HTTP Status[404] Errno [0]

Jaksa Ancam Mantan Kasat Narkoba Maksimal 20 Tahun Bui

16 January 2013 19:24
Jaksa Ancam Mantan Kasat Narkoba Maksimal 20 Tahun Bui
Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap Iptu Muh Aulia Nasution (28) terdakwa kasus peredaran narkoba didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Ilham melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap Iptu Muh Aulia Nasution (28) terdakwa kasus peredaran narkoba didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Ilham melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap Iptu Muh Aulia Nasution (28) terdakwa kasus peredaran narkoba didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Ilham melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

BugisPos — Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap Iptu Muh Aulia Nasution (28) yang menjadi terdakwa kasus peredaran narkoba jenis shabu-shabu kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/1/2013). Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ilham, mengancam hukuman maksimal 20 tahun di bui atau minimal 5 tahun berikut denda Rp1 miliar.

Agenda persidangan adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Muhammad Ilham yang bertindak sebagai JPU dalam dakwaannya mengatakan Aulia melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam pasal tersebut disebutkan tentang orang yang menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, menukar narkotika golongan 1 terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun dengan denda mencapi sedikitnya Rp1 miliar.

Dalam dakwaannya itu, seperti dirilis Tribun Timur.com, Â JPU juga menerangkan tentang kronologi keterlibatan terdakwa. Terdakwa sendiri ditangkap Agustus 2012 lalu setelah penangkapan tiga orang tersangka lainnya yakni Sadath, Daeng Nompo, dan Hasrul Asdar.

Dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan 8 sachet narkotika jenis shabu-shabu dengan berat 6 gram.

Menanggapi dakwaan tersebut, penasehat hukum terdakwa Fadillah Agus menilai dakwaan jaksa penuntut umum janggal.

“Dalam dakwaan jaksa terdakwa disebut perantara dalam jual beli narkoba. Itu tidak tepat,” katanya.

Menurutnya saat itu terdakwa melakukan kegiatan untuk mendalami dan membongkar jaringan narkoba yang berada di Makassar dan Sidrap.

“Ada yang tidak diketahui publik bahwa terdakwa sebenarnya ikut serta dalam operasi penangkapan bersama-sama tim BNN dan Direktorat Narkoba Sulsel,” ungkapnya.(gafar)

Â

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya