HTTP Status[404] Errno [0]

Sopir Angkot di Kendari Kembali Gelar Aksi Demonstrasi

16 January 2013 18:02
Sopir Angkot di Kendari Kembali Gelar Aksi Demonstrasi
Ratusan sopir angkot menyampaikan aspirasi di depan anggota DPRD Kota Kendari, Selasa (15/1/2013).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

DPRD Janji Bangun Terminal Sementara

Ratusan sopir angkot menyampaikan aspirasi di depan anggota DPRD Kota Kendari, Selasa (15/1/2013).

Ratusan sopir angkot menyampaikan aspirasi di depan anggota DPRD Kota Kendari, Selasa (15/1/2013).

BugisPos —Â Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kendari, Selasa, (15/1/2013)Â kembali melakukan demonstrasi dan aksi mogok. Aksi ini merupakan kelanjutan aksi yang sama dilakukan para sopir angkot pada Rabu (8/1/2013), lalu.

Aksi  mogok dipicu dengan naiknya retribusi pajak angkutan umum hingga 100 persen. Dari pajak sebelum kenaikan sebesar Rp1.500 dinaikkan menjadi Rp3.000.

Naiknya retribusi angkutan umum itu tidak diterima baik para sopir. Sehingga mereka menggelar aksi mogok dengan memarkir kendaraan mereka di depan gedung DPRD Kota Kendari di Jalan KH Wahid Hasyim.

Sebelumnya, puluhan sopir angkot yang telah memarkir kendaraannya menghentikan sopir angkot yang lainnya yang melintas di jalan itu. Aksi menghentikan angkot yang melintas dengan maksud untuk mengumpulkan para sopir lain untuk ikut bergabung menyuarakan menolak kenaikan tarif retribusi tersebut, yang ternyata belum mendapatkan persetujuan dari legislatif.

Para sopir angkot yang menggelar aksi demonstrasi, akhirnya diterima perwakilan anggota DPRD Kota Kendari. Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Bahcul Konggoasa, serta Ketua Komisi III, Jayadi Said.

Dari hasil penyampaian aspirasi yang sempat diliput Bugis Pos para sopir mengungkapkan mereka tidak keberatan bila retribusi dinaikkan hingga 100 persen. Namun kenaikan tersebut hendaknya diimbangi dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, yakni dibangunnya terminal permanen bagi angkot yang beroperasi dan menunggu penumpang.

“Kami tidak akan membayar uang retribusi sebesar itu, kalau terminalnya belum ada,” ujar salah seorang sopir di depan para wakil rakyat.

Menurut Ketua Komisi III, Jayadi Said, SE, semua penyampaian aspirasi para sopir saat ini belum dapat direalisasikan. Pasalnya, tahun anggaran 2013 ini, tidak ada alokasi anggaran untuk pembangunan terminal parmanen.

“DPRD akan berupaya memenuhi harapan saudara-saudara dengan hanya membangunkan terminal sementara. Namun insya Allah di tahun-tahun mendatang, tidak tertutup kemungkinan akan dialokasikan anggaran untuk membangun terminal yang permanen tersebut,” janji Jayadi Said.

Aksi mogok para sopir angkot membuat sebagian warga yang biasanya menggunakan jasa transportasi angkot merasa resah. Apalagi semua angkot yang ditahan warga yang ingin naik, justru tidak dihiraukan oleh para sopir.

“Kami sangat resah bila aksi mogok angkutan kota terus-menerus, karena kami sulit bepergian,” ungkap Yanti (24 tahun), salah seorang penumpang angkot yang mengaku telah menunggu berjam-jam, tapi tak satupun angkot yang mengambilnya.(arfan/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya