HTTP Status[404] Errno [0]

Suami Suka “Jajan”, 289 Istri Tertular HIV/AIDS

16 January 2013 13:34
Suami Suka “Jajan”, 289 Istri Tertular HIV/AIDS
Sebanyak 289 istri di Nusa Tenggara Timur tertular HIV/AIDS yang diduga mendapatkan virus itu dari sang suami yang suka "jajan" di luar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Sebanyak 289 istri di Nusa Tenggara Timur tertular HIV/AIDS yang diduga mendapatkan virus itu dari sang suami yang suka "jajan" di luar.

Sebanyak 289 istri di Nusa Tenggara Timur tertular HIV/AIDS yang diduga mendapatkan virus itu dari sang suami yang suka “jajan” di luar.

BugisPos –Â Sebanyak 289 ibu rumah tangga di Nusa Tenggara Timur tertular karena terinveksi kasus HIV/AIDS. Mereka diduga mendapatkan virus itu dari sang suami yang suka “jajan” di luar.

Kaum ibu rumah tangga ini kebanyakan tersebar di desa dan kampung-kampung terpencil. Kaum pria yang suka berganti-ganti pasangan di desa-desa itu belum sadar menggunakan kondom atau kondom tidak tersedia sampai pelosok.

Seperti dikutip dari KOMPAS.com, staf KPAP NTT Gusti Brewon di Kupang, Rabu (16/1/2013), mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS NTT per November mencapai 1.918. Anak balita yang terinveksi kasus ini sebanyak 82 orang.

“Mereka terinveksi dari orangtuanya. Kemungkinan dari ayah yang suka berganti pasangan,” kata Brewon. Sementara ibu rumah tangga sebanyak 289 kasus.

Kebanyakan kasus ini ditemukan di rumah sakit dan puskesmas serta lewat program VCT (konseling sukarela). Ia mengakui, dukungan rumah sakit dan puskesmas terkait HIV/AIDS semakin tinggi.

Koordinasi antara kabupaten dan provinsi dalam menanggulangi penyebaran virus ini semakin baik. Ini, antara lain, terbukti dengan semakin banyaknya kasus HIV/AIDS ditemukan. Dukungan pendanaan pun meningkat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Hanya di kabupaten kepulauan atau di pulau-pulau koordinasi sangat sulit terkait pemberian ARV. Bagaimana ODHA di pulau itu harus mengakses obat yang ada di rumah sakit di pusat kabupaten,” katanya.

Pihak KPAP NTT dan kabupaten sedang mendorong kerja sama dan penguatan kapasitas, jaringan ODHA, LSM, dan lainnya untuk menangani masalah ini. Peningkatan penggunaan kondom sebagai salah satu upaya menekan laju perkembangan virus itu bagi mereka yang hidup dengan seks berisiko.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya