HTTP Status[404] Errno [0]

Konsep Kota Baru Maliono, Segera Terealisasi

17 January 2013 03:06
Konsep Kota Baru Maliono, Segera Terealisasi
Air Terjun Malino
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Air Terjun Malino

Air Terjun Malino

BugisPos — Malino mulai dilirik sebagai obyek wisata andalan di Sulsel. Tidak tanggungtanggung, daerah beriklim sejuk ini akan disulap menjadi sebagai kota baru dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 miliar. Megaproyek ini sudah disanggupi pengusaha asal Jepang.
Proyek yang dibangun tahun 2012 ini menggunakan konsep ramah lingkungan sehingga tetap menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pengunungan Bawakaraeng tersebut.Selain itu,tenaga desainer yang akan digunakan memakai jasa yang memiliki kualifikasi dunia dan terbaik dalam ahli perencanaan.

Konsep kota baru berkelas internasional ini juga telah dikerjakan di Amerika Serikat, China, dan beberapa negara di Eropa. Luas lahan yang akan digunakan mencapai 200 hektare dan berada di daerah pegunungan dan kebun teh. Hanya saja, hingga saat ini, lokasi yang dimaksud masih dirahasiakan dengan alasan menghindari adanya spekulasi harga tanah ke depan.

Beberapa fasilitas yang disiapkan di proyek kota baru ini, di antaranya, hotel, resort, covention hall, musem mini Sulsel dan Indonesia,wahana permainan, area rekreasi keluarga, spa, serta kolam renang air panas.“Belum pernah saya melihat konsep seperti itu. Ada sebuah kehidupan cukup mewah, tetapi tidak merusak gunung, air, irigasi serta lingkungan.Konsepnya adalah pemukiman resort yang tidak mengubah lingkungan di sekitarnya, serta bergaya modern namun klasik,” katanya seperti dirilis SINDO.

Kawasan Malino merupakan wilayah yang terletak 90 kilometer dari Kota Makassar. Ini merupakan salah satu obyek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa. Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus.Hal ini pula yang memikat investor Jepang tersebut. Sekarang ini, proyek tersebut masih diproses oleh Pemkab Gowa sebagai penanggung jawab wilayah bersama investor asal Jepang.

Sedangkan Pemprov Sulsel akan mendorong agar proyek kota baru Malino ini masuk dalam kawasan prioritas di Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Sekarang ini kita masukkan dalam program MP3EI. Harapan kita, agar difasilitasi pemerintah. Mudah-mudahan lolos dan disetujui,sehingga regulasinya bisa disiapkan segera oleh pemerintah,” kata Syahrul saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel.

Proyek dengan nilai investasi Rp2,1 triliun tersebut bisa dimulai tahun 2012 dan diharapkan selesai 2014 mendatang. Akselerasi perekonomian Sulsel merupakan salah satu daya pikat investor Jepang untuk tertarik menanamkan modalnya di daerah ini.

Kenapa bukan di daerah lain? Akselerasi yang paling punya prospek di Sulsel. Itulah alasannya,”bebernya. Hadirnya proyek kota baru Malino ini akan menambah deretan megaproyek yang telah direncanakan di Sulsel seperti pembangunan infrastruktur angkutan massal monorel dengan nilai investasi Rp 4 triliun. Pembangunan infrastruktur dan jalur monorel sepanjang 30 kilometer akan teralisasi di tahun ini.

Ada lagi rencana pembangunan Green OSO City di Kawasan Tanjung Bunga Makassar yang diinisiasi OSO Group dengan nilai investasi kurang lebih Rp 3 triliun. Selain itu, megaproyek Centre Point of Indonesia (CPI) yang digagas Pemprov Sulsel di kawasan Pantai Losari dan Tanjung Bunga Makassar. Di lokasi ini pula, akan hadir Wisma Negara untuk kegiatan kepresidenan dan pejabat negara di Makassar (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya