HTTP Status[404] Errno [0]

Soal Honorer K1, Kasim Mengancam Kemenpan Melunak

19 January 2013 19:09
Soal Honorer K1, Kasim Mengancam Kemenpan Melunak
Alah seorang honorer petugas kebersihan Kota Makassar
Alah seorang honorer petugas kebersihan Kota Makassar

Alah seorang honorer petugas kebersihan Kota Makassar

BugisPos — Menyusul ancaman Kepala BKD Makassar Kasim Wahab, yang akan mem PTUN-kan masalah penolakan berkas honorer Kota Makassar, akhirnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (Menpan-RB) di Jakarta akhirnya melunak dan berjanji untuk menggelar rapat khusus membahas protes yang dilancarkan oleh Badan Kepegawaian Kota Makassar terkait dicoretnya 115 pegawai Kategori Satu (K1).
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penyusunan Formasi Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
Supardiana di depan Kepala BKD kota Makassar, Kasim Wahab, di Kantor Kemenpan – RB Jakarta, Jumat 18/1/12.

“Insya Allah, Minggu ini kami akan segera menggelar rapat untuk membahas laporan bapak dengan melibatkan BKN serta BPKP. Dari rapat nanti akan diputuskan apakah akan di turunkan tim atau tidak kedaerah – daerah yang bermasalah seperti kota Makassar untuk dilakukan pengecekan ulang terhadap berkas dari honorer K1 yang namanya dicoret. ” ujar Supardiana.

Kasim Wahab sengaja mendatangi kantor Kemenpan – RB di Jakarta untuk melancarkan protes menyusul keluarnya hasil verifikasi yang mencoret 115 honorer Kategori Satu (K1), dari 128 yang sebelumnya dinyatakan lulus verifikasi.

Selain Kasim, juga hadir mendampingi, kepala dinas kebersihan kota Makassar, Muh. Kasim, Kabag Humas Pemkot Makassar, Mukhtar Tahir, Kepala Bidang perencanaan dan Informasi pegawai, Basri Rahman, serta empat orang tenaga honorer K1 yang namanya ikut di coret.

” Dari 71 ribu honorer K1 di seluruh Indonesia yang diuji publik, memang hanya 52 ribu yang diakomodir. Jadi ada 19 ribu yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, inilah yang ingin dirapatkan bersama BKN serta BPKP untuk membahas penurunan di setiap kabupaten kota yang menyebabkan munculnya banyak protes ” lanjutnya.

Sementara Kasim Wahab saat berbicara didepan sejumlah Pejabat Kemenpan mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang berimbas batalnya 115 honorer K1 untuk menjadi PNS.

” Kami kecewa dengan keputusan dari BPKP yang tiba – tiba memutuskan bahwa hanya 13 honorer Pemkot Makassar yang memenuhi syarat. Alasannya katanya karena ada masalah dalam penggajian, khususnya sumber gaji yang tidak semuanya dari APBN dan APBD. Padahal dari tiga kali verifikasi yang dilakukan, baik itu BKN, kemenpan serta BPKP selalu dianggap tidak ada masalah, malah kami diminta untuk segera melakukan pemberkasan untuk diangkat menjadi CPNS, tapi kenapa tiba – tiba dikatakan ada masalah, itu yang kami tidak terima ” ujar Kasim dengan suara lantang dihadapan pejabat Kemenpan.

Selain mendatangi Kemenpan, Kasim beserta rombongan juga mendatangi kantor BKN serta menemui komisi II DPR RI untuk melaporkan permasalahan yang dialaminya.

” Kami akan terus melancarkan tekanan demi menolong nasib honorer K1 yang tidak diakomodir. Katanya Menpan Akan rapat, kita tunggu seperti apa hasilnya, yang pasti komplain kita sudah masuk untuk mereka bahas, mudah – mudahan ada titik terang ” ujar Kasim.

115 honorer yang tidak diakomodir ini berasal dari instansi dinas Kebersihan dan pertamanan kota Makassar.

” Mereka ini semua terdiri dari tenaga sopir, penyapu sampah serta pemungut sampah yang sudah bertahun – tahun bekerja membersihkan kota Makassar dari sampah ” jelas Muh Kasim  saat berbicara di Kemenpan (una)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya