HTTP Status[404] Errno [0]

Tak Hanya Bansos, Kejati pun Menguber Tim-9 Kasus CCC

19 January 2013 19:13
Tak Hanya Bansos, Kejati pun Menguber Tim-9 Kasus CCC
Muhammad Kohar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Muhammad Kohar

Muhammad Kohar

BugisPos – Tak hanya fokus ke kasus Bansos Pemprov Sulsel, tapi Kejati juga sedang menggenjot kelanjutan kasus CCC yang aromanya mengarah ke Walikota Ilham Arief Sirajuddin. Bahkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Mohammad Kohar melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Chaerul Amir, mengaku telah mengantongi sejumlah bukti keterlibatan panitia Tim 9, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Celebes Convention Center (CCC) yang merugikan negara senilai Rp3,4 miliar pada tahun 2005-2006.
“Semua bukti keterlibatan Tim 9 termasuk Ilham Arief Sirajuddin baik secara lisan maupun data, semuanya sudah kami pegang. Tinggal menunggu waktu yang tetap untuk menyeret panitia pembebasan lahan itu,” ungkap Chaerul dalam acara Temu Media di RM Ulu Juku Jl Racing Center, Makassar, menjelang akhir tahun 2012 lalu.
Untuk membuktikan keterlibatan Tim 9, kata dia, salah satu kuncinya adalah Hamid Rahim Sese yang merupakan terpidana vonis penjara selama tiga tahun dalam kasus ini.

“Juru kunci saat ini untuk menyeret atau mentersangkakan seluruh panitia tim 9 tanpa terkecuali ada pada terpidana Hamid Rahim Sese” terang mantan Kajari Palopo ini. Hamid Sese kini meringkuk di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar.

Adapun Tim 9 ini beranggotakan 10 pejabat yang bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan seluas 6 hektare di Jl Daeng Patompo, Makassar untuk pembangunan gedung CCC 2005 silam. Tim ini diketuai Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi

Selatan, M Iksan Saleh (Sekretaris Panitia Tim 9), mantan Asisten I Pemkot Makassar Tajuddin Noor (Wakil Ketua), mantan Kepala Bappeda Sulsel Sangkala Ruslan (Wakil Ketua tim koordinasi). Anggota lainnya adalah mantan Camat Mariso Agus AS (sekarang Kadispora Makassar), mantan Kadis Tata Bangunan Riefad Suaib, Mantan Kasi Hak Tanah BPN Fatimah Saleh, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Makassar Drs Asri, Kadis Kelautan Makassar Saiful Saleh dan Lurah Mattoanging Andi Mappatoto.

Kejaksaan tandasnya, akan bertindak tegas dan memperlakukan sama terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut. “Semua panitia tim 9 yang diduga terlibat secara hukum pasti akan kami perlakukan sama untuk diperiksa. Tak ada yang kebal hukum,” tegas Chaerul.

Kejaksaan, kata Chaerul, juga tidak akan terpengaruh dengan momentum politik terkait kasus CCC.”Yang pasti, momentum politik tidak akan menjadi kendala pihak kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus CCC yang diduga melibatkan para pejabat Pemkot Makassar,” beber Chaerul.

Sementara Kajati Sulsel Mohammad Kohar yang dikonfirmasi terpisah, mengaku tidak ingin berpolemik dalam kasus ini. Kasus CCC, tegasnya, tetap akan menjadi skala prioritas dalam penanganan kasus korupsi di daerah ini.”Beri kepercayaan kepada kami selaku penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini,” ujar Kohar seperti dirilis fajar online

Saat ini, ungkapnya, kejaksaan terus melakukan kajian secara mendalam soal bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan. “Semua kasus yang ditangani kejaksaan pasti akan kami selesaikan termasuk kelanjutan penyelidikan kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang merugikan negara sebesar Rp8,8 miliar,” ujar Kohar.

Dalam acara Temu Media itu, hadir pula Wakajati Sulselbar, para asisten di Kejati Sulsel, Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Otto, para pimpinan media, dan wartawan (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya