Dipastikan Kegagalan Sistematik di Pemilu 2014

24 January 2013 10:23
Dipastikan Kegagalan Sistematik di Pemilu 2014

Oleh : Fuad Bachmid

Â

UntitledREFORMASI di negeri ini telah bergulir hampir 15 tahun. Dalam rentang waktu tersebut Indonesia sudah mengalami proses regenerasi kepemimpinan nasional, terbukti kita sudah memiliki empat presiden yang memimpin lebih dari 200 juta jiwa ini. Dalam kurun itu pula, berbagai modus dipakai untuk memilih jalan demokrasi dalam rangka menggapai keadilan dan kemakmuran. Sayangnya, wajah demokrasi kita masih sangat bertopeng alias demokrasi setengah hati. Wajah demokrasi kita masih didominasi politik simbolik, belum substantif. Partai politik yang diharapkan mampu melahirkan Sumber daya yang kapabel untuk mewujudkan cita-cita demokrasi tersebut, malahan kandas akibat diterpa badai-badai politik transaksional yang masuk dalam setiap lini kehidupan politik, Padahal Partai Politik secara hakekatnya adalah menjadi pejuang dan penjaga demokrasi serta promotor dalam menciptakan generasi politik yang berakhlak mulia, tapi justru elitenya membajak demokrasi tersebut untuk kepentingan yang amat sempit dan pragmatis. Banyak artis dan pengusaha yang direkrut menjadi caleg tapi nyatanya hanya menjadi boneka politik yg tak bisa berbuat banyak untk kepentingan masyarakat, Bangsa dan negara.
konstituent pun diabaikan disaat mereka terpilih, Daerah Pemilihan (DAPIL) disaat suara lantang mereka yang berjanji menyuarakan aspirasi rakyat akhirnya berubah menjadi hutan Rimba yang hanya terdengar suara Burung yang berkeliaran. Kesalahan ini terjadi akibat proses kaderisasi yang salah di parpol, perekrutan caleg yg hanya memprioritaskan Artis, para pemilik modal serta Putra/Puteri Mahkota para kepala daerah, ketimbang sumber daya kader yang peka terhadap kondisi kebangsaan, Tidak bisa di pungkiri ribuan caleg dari generasi muda yg mau bertarung pada Pemilu 2014 dengan dana pas-pasan terpaksa harus mengurungkan niatnya akibat dominasi caleg dari kalangan berduit dan kelompok Proletar borjuis yang menguasai pasar caleg 2014, akhirnya pada tataran Prakteknya nanti, partai politik dirasuki oleh kelompok oligarki bahkan rakyatpun dijadikan pelacur ketika diperhadapkan dengan kotak suara. Olehnya itu, Pemilu 2014 di pastikan mengalami kegagalan sistemik dalam hal membentuk “Pelembagaan Demokrasi” yang substantif, akibat dominasi para caleg yang berlatar belakang ekonomi ketimbang berlatar belakang sumber daya manusianya.
Partai politik sudah seharusnya membangkitkan kesadaran kelembagaannya untuk memperbaiki bangsa ini dengan merekrut para penghuni parlemen yang peka terhadap nasib bangsa sebagai bentuk perwujudan atas penegakan nilai-nilai demokrasi yang lebih membanggakan, sehingga, Pemilu 2014 bisa menjadi momentum untuk melahirkan para generasi yang mempunyai semangat kepekaan terhadap nasib bangsa khususnya Jauh dari praktek-praktek kotor termasuk menghilangkan budaya korupsi ***

FUAD BACHMIDÂ adalah PRESNAS IKATAN LEMBAGA MAHASISWA ILMU SOSIAL POLITIK SE-INDONESIA

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya