HTTP Status[404] Errno [0]

Ulasan Akademisi : Mengapa SAYANG Menang Lagi ?

24 January 2013 10:27
Ulasan Akademisi : Mengapa SAYANG Menang Lagi ?
Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang
Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang

Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang

BugisPos — Sebenarnya, untuk membaca pemenang dalam Pilgub Sulsel gampang-gampang sulit. Banyak faktor, salah satunya soal parpol yang bergerak. Terlihat, mesin parpol pengusung pasangan Syahrul-Agus lebih masif melakukan gerakan.
Arief Wicaksono, pengamat politik di Kota Makassar, menilai, secara infrastruktur partai pengusung pasangan incumbent memang jauh lebih matang. Sehingga, dominasinya di setiap kabupaten/kota juga cukup besar. Apalagi, Syahrul juga ketua DPD I Golkar Sulsel.

Nah, keunggulan lain dari paket Sayang ini, karena infrastruktur parpol. Sejumlah bupati di Sulsel merupakan Ketua DPD II Partai Golkar setempat. Mereka adalah Bupati Wajo Burhanuddin Unru, Bupati Sidrap Rusdi Masse, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Bupati Enrekang Latinro Latunrung, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaidi, Bupati Luwu Timur Hatta Marakarma, Bupati Luwu Andi Muzakkar, Bupati Selayar Syahrir Wahab, dan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan.

Di samping itu, banyak bupati yang terpilih setelah diusung oleh Partai Golkar. Mereka adalah Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Bupati Jeneponto Radjamilo, Bupati Barru Idris Syukur, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring, Walikota Palopo HPA Tanriadjeng, pelaksana tugas Walikota Parepare Sjamsu Alam. Mereka inilah yang dipastikan juga ikut membantu untuk memenangkan Syahrul Yasin Limpo.

Selain Golkar, pasangan Sayang juga diusung PDK, PDI Perjuangan, PAN, PPP, PDS, PKNU, dan PKPI. Parpol ini bukan hanya sekadar nebeng, tapi semuanya bergerak.

Selain infrastruktur partai yang jauh lebih matang, penguasaan terhadap tatanan birokrasi juga menentukan.

Di luar itu, setidaknya ada juga hal lain yang menentukan kemenangan Sayang, yaitu kelebihannya sebagai incumbent. Masyarakat telah menilai bahwa kepemimpinan Sayang sudah memberikan bukti. Bukan janji.

Ada program-program Sayang yang dianggap lebih manjur dibanding program kedua rivalnya, yaitu kesehatan dan pendidikan gratis serta SPP gratis buat mahasiswa pada dua semester. Masyarakat menganggap, program yang ditawarkan incumbent lebih riil. Belum lagi, sebagai incumbent, keduanya dinilai sudah banyak melakukan hal positif demi pembangunan Sulsel.

Selain, pencitraan sang incumbent sebagai elit, berpendidikan, raksasa, dan powerfull. Sementara lawannya, penantang adalah walikota dan bupati — masing-masing sudah dua periode.

Akhirnya warga telah memilih harapan. Ya, harapan dari sepasang incumbent untuk membenahi Sulsel yang super complicated ini. Tentu tidak akan mudah menyelesaikan berbagai masalah di Sulsel dalam lima tahun ke depan. Skala masalah, anggaran, dan sumberdayanya sangat berbeda. Tapi, keduanya sudah punya modal pengalaman memimpin birokrasi.

Hal senada juga di ungkapkan oleh pengamat politik unhas Dr. Kausar Baylusi. Menurutnya posisi sebagai incumbent merupakan modal dasar bagi Syahrul-Agus untuk menang. Apalagi selama mereka menjabat rakyat Sulsel merasa puas dengan kinerja mereka. Selain Itu pasangan ini, lanjut baylusi terlihat kompak Dan tidak pernah terjadi konflik Di antara Mereka. Hubungan yang harmonis antara gubernur Dan wakilnya juga menjadi faktor utama kenapa masyarakat memilih mereka.
Kekuatan lainnya menurut baykusi adalah mesin partai pendukung yang semuanya walk out untuk memenangkan pasangan SAYANG (tamsir)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya