HTTP Status[404] Errno [0]

Tim IA Tuding Anggota KPU Bantu Pembentukan Opini

26 January 2013 11:18
Tim IA Tuding Anggota KPU Bantu Pembentukan Opini
Tim pemenang pasangan Ilham-Aziz (IA) Akbar Endra menuding anggota KPU Sulsel Ziaurrahman tidak profesional, seakan-akan membantu membentuk opini publik kemenangan pasangan Syahrul YL-Agus AN (Sayang) sesuai hasil cuick count (QC) sejumlah lembaga survey.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Tim pemenang pasangan Ilham-Aziz (IA) Akbar Endra menuding anggota KPU Sulsel Ziaurrahman tidak profesional, seakan-akan membantu membentuk opini publik kemenangan pasangan Syahrul YL-Agus AN (Sayang) sesuai hasil cuick count (QC) sejumlah lembaga survey.

Tim pemenang pasangan Ilham-Aziz (IA) Akbar Endra menuding anggota KPU Sulsel Ziaurrahman tidak profesional, seakan-akan membantu membentuk opini publik kemenangan pasangan Syahrul YL-Agus AN (Sayang) sesuai hasil cuick count (QC) sejumlah lembaga survey.

BugisPos — Tim pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor satu, Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) menilai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Ziaurrahman tidak profesional.

Elite Tim IA, Akbar Endra, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat Maros, menyebut Ziaurrahman secara tidak langsung ikut membangun opini publik dengan hasil quick count (QC) lembaga survei yang menyebut incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) seakan-akan sudah menang.

“Ziaurrahman ini sangat tidak profesional. Perhitungan masih di PPK, perhitungan ulang suara simetris juga belum, pleno KPU juga belum, lho, kok, Ziuarrahman ini nyeleneh menyampaikan realcount bahwa Sayang unggul?. Ini membuat informasi simpangsiur, jangan memainkan kepentingan kandidat, jangan seperti quick count lembaga survei sewaan Sayang, itu belum pasti,” kata Akbar Endra di Media Center IA, Makassar, Jumat (25/1/2013).

Menurut Akbar Endra yang juga mantan aktivis mahasiswa tahun 90-an ini, sebagai anggota KPU, mestinya Ziaur mengumunkan bahwa belum ada calon yang unggul karena masih berlangsung perhitungan di PPK. Ziaur, lanjut Akbar, harus menegaskan bahwa semua pihak menunggu keputusan KPU.

Menurut Akbar Endra sebagaimana dirilis Tribun Timur.com, sebagai anggota KPU, harusnya melakukan penetrasi informasi publik, bahwa sekarang belum ada keputusan KPU.

“Ziaur sendiri kan pernah bilang, tunggu keputusan KPU, atau jangan-jangan sudah diintervensi Sayang?. Ingat, sesuai realcount, IA itu masih unggul sementara, sesuai C1. Ini terjadi karena margin errornya quick count itu cukup tinggi, jadi terjadi perbedaan di lapangan,” jelasnya.

Margin error quick count dikatakan tinggi karena dari 15.601 TPS, tapi sampel QC itu cuma 330 TPS, tidak mewakili. Publish QC bahwa di Maros IA kalah, tapi sesuai C1, ternyata IA menang, di Wajo dan Pangkep juga begitu.

“Makanya, tunggu keputusan KPU, jangan bingungkan publik,” jelas Akbar Endra.(gafar)

Â
Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya