HTTP Status[404] Errno [0]

Usai Pemilu Menuai Malu

29 January 2013 01:51
Usai Pemilu Menuai Malu
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Abdul Gafar

UntitledMENENTUKAN pemimpin di provinsi ini tinggal beberapa saat lagi sudah dapat diketahui. Suara pemilih yang berserakan di luar dapat digarap oleh para tim sukses. Hal ini tergantung bagaimana pendekatan yang baik dilakukan terhadap calon pemilih yang ada tersebut.

Perkembangan sebuah daerah atau negara apakah maju atau tetap saja, sangat tergantung dari sang pemimpin yang didukung oleh banyak pihak. Seorang pemimpin yang tangguh dan penuh dengan wawasan dapat mengubah keadaan yang minus menjadi plus di wilayahnya. Oleh karena itu, ketika diadakan sebuah pemilihan mencari seorang pemimpin perlu ditetapkan kriteria yang jelas dan terukur.
Pemilihan tokoh puncak di Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung 22 Januari 2013 diikuti 3 pasangan calon gubernur beserta wakilnya. Ketiga pasangan calon gubernur dan wakilnya merupakan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam dunia birokrasi. Pengalaman yang mereka miliki merupakan modal besar dalam memimpin daerah ini ke depan.

Biaya Kampanye

Dalam sebuah pemilihan pemimpin sebuah wilayah selain memerlukan kemampuan pengalaman yang mumpuni sebagai pamong juga memiliki modal besar dalam hal materi. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mendapatkan suara pemilih yang banyak. Melakukan kampanye harus melewati banyak cara. Pembuatan poster, spanduk, baliho dan semacamnya memerlukan biaya yang cukup besar. Begitu pula ketika mengadakan kampanye terbuka menghadirkan banyak orang calon pemilih.
Pengerahan manusia lewat koordinator lapangan tidak dengan gratis. Tetapi memerlukan dana operasional antara lain baju atau spanduk serta biaya transportasi dan konsumsi. Menggerakkan seseorang simpatisan untuk menghadiri acara kampanye terbuka paling kecil diperlukan biaya sebesar Rp 50.000.
Sebagai perhitungan sederhana jika pemilih di Sulawesi Selatan diperkirakan satu juta orang. Lalu dibagi secara merata untuk ketiga pasangan calon gubernur dan wakilnya kurang lebih 300.000 orang. Seandainya ada separuh saja yang ikut kampanye terbuka yakni 150.000 orang disediakan baju kaos, biaya transportasi dan konsumsi yang besarnya Rp 100.000 perorang, maka jumlah dana yang mesti dipersiapkan adalah sebesar Rp. 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah).
Biaya-biaya lain tentu saja juga cukup besar. Beriklan lewat media cetak dan media elektronik juga hitungannya sangat memadai menguras pundi-pundi sang calon. Hitungan-hitungan akan bertambah lagi untuk biaya lain-lain. Singkatnya, seorang calon gubernur atau sederajat harus punya modal yang besar dan kuat. Bagaimana lagi dengan yang di atas posisi gubernur ?

Orang Bayaran

Bukan lagi rahasia bahwa ketika akan menggerakkan orang untuk menghadiri sebuah acara kampanye terjadi tarik ulur soal biaya yang diperlukan. Tugas para koordinator lapangan menggarap orang-orang yang ingin ikut dalam kampanye. Sang koordinator tentunya akan mendapatkan biaya operasional yang cukup memadai bagi dirinya. Ia dapat memperoleh dana yang jauh lebih besar dibanding anggotanya.
Penulis pernah diajak bergabung oleh seorang teman yang bergerak dalam bidang event organizer untuk demonstrasi. Namun penulis tolak ajakan tersebut. Tugasnya adalah bagaimana menghubungi orang atau pihak-pihak tertentu yang bertikai atau bersengketa. Biasanya mereka memerlukan orang-orang yang akan melakukan presur (tekanan) terhadap pihak lawan.
Tampaknya orang-orang tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk digerakkan ke mana saja dan untuk kegiatan apa saja yang penting bayarannya cocok. Demikian halnya dengan peserta kampanye. Bisa saja orangnya itu-itu juga namun ikut dalam berbagai event kampanye yang ada. Tergantung siapa saja yang akan membayarnya.

Tekanan dari Atas

Hubungan kedekatan atau pertemanan cukup ampuh dijadikan sebagai ladang garapan meraup suara. Para kontestan pilgub ini merupakan pejabat aktif. Ada yang masih gubernur, walikota dan bupati. Lewat jenjang-jenjang tertentu, instruksi dapat diberikan kepada bawahan.
Ada terdengar kabar bahwa kepala dinas turut mengkampanyekan calon tertentu agar para bawahannya memilih calon tersebut. Boleh jadi camat memerintahkan kepada lurahnya juga untuk turut sebagai juru kampanye pada calon- calon tertentu. Dalam sebuah instansi atau kedinasan terjadi pengkotak-kotakan dukungan.
Kesan yang ditimbulkan adalah terjadi ‘konflik’ kepentingan. Sang atasan di sebuah instansi jika tidak menuruti perintah bos besar, maka berada dalam situasi terancam dilengserkan jika sang bos besar terpilih. Sebaliknya anak buah yang ‘diintervensi’ oleh sang kepala dinas, juga akan mengalami ancaman yang sama dari sang kepala dinasnya.
Jadi merupakan sebuah lingkaran setan yang saling melilit orang-orang sebagai pemilik suara. Ketidaknyaman ini dapat mengganggu suasana kantor tempat mereka beraktivitas.

Siapa Pemenangnya

Jika diibaratkan dalam sebuah pertandingan, maka sang pemenang adalah seberapa banyak suara diberikan oleh juri. Bagi yang dapat memenangkan pertandingan akan memperoleh kepuasan yang luar biasa. Sedang bagi pihak yang kalah pastilah akan bersedih. Tetapi bagi seorang ‘petarung sejati’ memang tidak membuat dirinya bangga berlebihan, sebaliknya jika kalah tidak akan menyurutkan dirinya dalam kesedihan yang dapat merusak jati dirinya.
Bagi para pendukung calon gubernur dan pasangannya yang kalah, maka yang diperoleh adalah menanggung rasa malu. Pidato berapi-api dari para juru kampanye sudah terucap di hadapan massa pendukung ternyata tidak membuat sang pemilik suara memberikan kemenangan. Tinggallah sang kalah ‘menghitung’ kembali apa yang telah dikorbankan untuk menggapai sebuah prestise sebagai kepala pemerintahan di tingkat provinsi.
Siapakah pemenang sesungguhnya dalam perhelatan pilgub Sulsel kali ini? Jawabnya adalah tim sukses. Karena namanya saja tim sukses. Kandidat yang diusungnya boleh gagal, namun tim sukses tetap berlabel Tim Sukses.***

Abdul Gafar adalah Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya