HTTP Status[404] Errno [0]

Elektabilitas Demokrat Merosot, Ibas Isyaratkan Lampu Merah

04 February 2013 10:09
Elektabilitas Demokrat Merosot, Ibas Isyaratkan Lampu Merah
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edy Baskoro alias Ibas menyebut hasil survey yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat merosot hingga 8,3 persen, merupakan isyarat lampu merah.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edy Baskoro alias Ibas menyebut hasil survey yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat merosot hingga 8,3 persen, merupakan isyarat lampu merah.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edy Baskoro alias Ibas menyebut hasil survey yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat merosot hingga 8,3 persen, merupakan isyarat lampu merah.

BugisPos — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas meminta kepada semua kader Demokrat untuk menanggapi serius terus merosotnya elektabilitas Partai Demokrat menjelang Pemilu 2014. Hal itu tecermin dari sejumlah survei. Ibas meminta semua kader partai untuk terus berbenah dan instrospeksi diri.

“Seharusnya semua kader introspeksi diri dan dengarkan koreksi rakyat lewat hasil survei. Hasil survei sudah merupakan lampu merah bagi Partai Demokrat,” kata Ibas dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (4/1/2013).

Hal itu dikatakan Ibas menyikapi hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat tinggal 8,3 persen.

Sebelumnya, SMRC menyebut elektabilitas Partai Demokrat tinggal 8,3 persen. Padahal, perolehan suara Demokrat di Pemilu 2009 mencapai 20,85 persen.

 Ibas mengakui bahwa citra Partai Demokrat terus merosot akibat sejumlah dugaan kasus korupsi yang melibatkan kader Partai Demokrat. Ditambah lagi ketidakjelasan status hukum kader Partai Demokrat dalam proses di Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia tak menyebut siapa saja kader yang dimaksud.

“KPK harus segera memberikan kejelasan, kalau salah ya salah, kalau tidak ya tidak. Walaupun dugaan korupsi itu sesungguhnya bukan hanya ada pada kader Partai Demokrat,” kata anggota Komisi I DPR itu.

Ibas menambahkan, sebagaimana dirilis KOMPAS.com, pihaknya akan terus menjaga soliditas internal serta menempuh cara-cara yang bijak dan tepat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dia meminta kepada semua kader agar tetap yakin dan terus bekerja.

“Kader Partai Demokrat harus tetap optimis dan samiwatonah dalam menyikapi ujian ini. Selalu positif dan terus bergerak maju dengan menjalankan politik bersih, cerdas dan santun,” pungkas Ibas.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Saan Mustofa menambahkan, semua kader Demokrat harusnya memiliki perspektif sama ketika menyikapi penurunan elektabilitas partai sehingga dapat mencari jalan keluar yang sama.

Desakan agar Anas Urbaningrum mundur sebagai Ketua Umum Demokrat, kata dia, merupakan akibat perbedaan pandangan dalam merefleksikan keprihatian terhadap penurunan elektabilitas Demokrat.

“Kita sepakat bahwa kita prihatin terhadap penurunan elektabilitas berdasarkan hasil survei. Tapi, itu justru harus dibangun oleh kesadaran bersama untuk memperbaiki keadaan partai,” kata dia.

Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Marzuki Alie mengatakan, penurunan elektabilitas tentu akibat terjeratnya sejumlah kader utama Demokrat dalam kasus korupsi. Dia tak mau berpolemik mengenai masalah itu. Marzuki hanya ingin agar semua jajaran Demokrat berkumpul membahas elektabilitas partai.

“Saya yakin dengan duduk bersama antara DPP, Dewan Pembina, Majelis Tinggi, Dewan Kehormatan, tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan. Masalah internal Demokrat adalah urusan internal Demokrat yang harusnya bisa kita selesaikan sesuai mekanisme dalam Demokrat,” kata Marzuki.

Seperti diberitakan, dugaan keterlibatan Anas dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang disebut menjadi salah satu faktor terpuruknya elektabilitas Demokrat. Partai Demokrat merasa tersandera lantaran tidak ada kepastian dari KPK mengenai keterlibatan Anas.

Para elite Demokrat sudah berkali-kali mendesak Anas mundur dari jabatan ketua umum. Hingga saat ini, Anas masih bertahan dan merasa tidak terlibat dalam perkara Hambalang.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya