HTTP Status[404] Errno [0]

Pasangan Mesum Anak di Bawah Umur

04 February 2013 01:14
Pasangan Mesum Anak di Bawah Umur
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Illustrasi

Illustrasi

BugisPos – Pergaulan bebas anak-anak muda kita di tengah masyarakat kita sepertinya semakin tak bisa dibendung. Hampir setiap hari media massa dihiasi oleh berita yang bersangkut-paut dengan kasus akibat pergaulan bebas.

Di Pinrang, pasangan mesum yang melibatkan anak di bawah umur dan masih berstatus pelajar kembali diamankan. Mereka digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di salah satu kamar Wisma Amri.
RS (17) adalah siswi kelas 3 sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pinrang. Ia ditangkap saat berbuat mesum dengan kekasihnya AY, Rabu 30/1/13 siang. Keduanya kemudian digelandang ke markas Satpol PP. Saat digerebek, keduanya setengah bugil di dalam kamar wisma. Kepada personel Satpol PP, awalnya mereka mengaku sebagai pasangan suami istri. Namun setelah didesak dan diinterogasi, akhirnya keduanya mengaku sebagai sepasang kekasih.
Dari hasil interogasi lanjutan di kantor Satpol PP, diketahui kalau RS adalah warga Leppangang, Kecamatan Patampanua. Dari pengakuannya terungkap telah berhubungan badan dengan kekasihnya yang warga Dusun Wakka, Kecamatan Cempa. Menurut RS, hubungan layaknya suami istri ini ia lakukan untuk pertama kalinya.
Hari itu, RS mengaku terlambar masuk sekolah. Diapun kemudian menerima tawaran pacarnya untuk bertemu di Pasar Sentral Pinrang.
Dari tempat tersebut RS dan AY kemudian berboncengan menuju Wisma Amri. Mereka kemudian menyewa sebuah kamar biasa dengan harga Rp 50 ribu per tiga jam.
Namun apes bagi keduanya. Baru sejam lamanya di dalam kamar, mereka kemudian digrebek petugas Satpol PP Pinrang yang dipimpin langsung Kasatpol PP, H Aswadi Haruna.
Kasatpol PP, H Aswadi Haruna yang dikonfirmasi, menjelaskan pihaknya langsung menghubungi pihak sekolah tempat RS menimba ilmu. Kejadian ini juga dilaporkannya ke Bupati Pinrang agar diketahui sebelum penanganannya dilimpahkan ke pihak sekolah.
”Kita buatkan surat pernyataan. AY menyatakan siap bertanggung jawab dan menikahi RS di kemudian hari setelah menyelesaikan sekolah,” jelas Aswadi seperti dirilis BKM.
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya tuntutan hukum di kemudian hari. Selain itu, juga sebagai langkah perlindungan bagi RS yang tetap menolak untuk dinikahkan dengan alasan masih ingin menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Setelah itu baru siap untuk dinikahi di kemudian hari.
Pihak sekolah yang diwakili Wakasek Bidang Kesiswaan yang berada di kantor Satpol PP dan mememinta namanya tidak dimediakan, berjanji akan menindaklanjuti kejadian ini dengan memanggil orang tua RS untuk bertemu pihak sekolah. AY juga diminta untuk datang bersama orangtuanya ke sekolah guna dipertemukan dengan orang tua RS.
“Adapun kelanjutannya terserah hasil pertemuan nantinya. Yang jelasnya, kami dari pihak sekolah pasti memberi sanksi kepada RS yang telah berbuat tidak benar dan mencoreng nama baik sekolah,” tegas Wakasek.
Sanksi yang diberikan nantinya menjadi contoh bagi siswa lainnya agar tidak berani berbuat hal serupa, yang dapat merusak nama baik sekolah (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya