HTTP Status[404] Errno [0]

Tim Hukum IA Gugat Pilgub Ulang pada 13 Daerah

05 February 2013 04:26
Tim Hukum IA Gugat Pilgub Ulang pada 13 Daerah
Tim hukum DPP Demokrat dan tim hukum Ilham-Aziz (IA) resmi mendaftarkan gugatan penetapan hasil Pilgub Sulsel ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin, (4/2/2013).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Tim hukum DPP Demokrat dan tim hukum Ilham-Aziz (IA) resmi mendaftarkan gugatan penetapan hasil Pilgub Sulsel ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin, (4/2/2013).

Tim hukum DPP Demokrat dan tim hukum Ilham-Aziz (IA) resmi mendaftarkan gugatan penetapan hasil Pilgub Sulsel ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin, (4/2/2013).

BugisPos — Tim Hukum dari DPP Partai Demokrat dan tim hukum calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), Senin (4/2/2013), sekitar pukul 16.00 wita, resmi mendaftarkan gugatan pada KPU Sulsel di Mahkamah Konstitusi (MK).

IA menjadi pemohon dalam gugatan Perselisihan hasil Pilgub Sulsel 2013. Berkas pendaftaran gugatan diterima pihak MK, Andriani WN. Gugatan itu terdaftar dengan nomor registrasi 760/PAN.MK/II /2013. Sedangkan 12 pengacara dari Jakarta dan Makassar, terdaftar sebagai kuasa pemohon.

Inti gugatan itu adalah permohonan keberatan dan pembatalan terhadap keputusan KPU Sulsel No:43/Pilgub/Kpts.a/KPU-Prov-025/I/2013 tentang penetapan hasil perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih 31 Januari lalu.

Dari 12 rangkap bukti tertulis yang diberikan, salah satu gugatan mereka adalah pemilihan ulang di 13 kabupaten/kota. Tidak ada rincian, daerah yang digugat menggelar pencoblosan ulang.

“Salah satu materi gugatan IA yaitu pemilu ulang di 13 daerah,” kata Adi Warman, usai mendaftarkan gugatan di MK, seperti dikutip dari tribun-timur.com.

Sekadar diketahui, dari hasil rekapitulasi pilgub lalu, Syahrul-Agus menang di 14 kabupaten/kota, dengan selisih suara hampir 465.827 suara dengan rivalnya IA yang hanya menang di sembilan daerah.

Pasangan Rudi-Nawir hanya menang di Sinjai, kabupaten dimana Rudi due periode menjadi bupati.

Kepada wartawan, pengacara yang juga Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) ini mengemukakan alasan utama gugatan kerena ditemukan bentuk kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif.

Menurutnya, bentuk kecurangan dilakukan langsung pejabat daerah mulai bupati, camat, dan lurah. Bukti sangat kuat, termasuk akan ada pemutaran film pada sidang gugatan nanti,” katanya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya