HTTP Status[404] Errno [0]

Beasiswa 5 Tahun Untuk yang Masih Perawan

07 February 2013 01:32
Beasiswa 5 Tahun Untuk yang Masih Perawan
Siswa di Kota Bo, Sierra Leone, bisa diberi beasiswa sekolah 5 tahun asal mampu mempertahankan keperawanannya hingga selesai sekolah
Siswa di Kota Bo, Sierra Leone, bisa diberi beasiswa sekolah 5 tahun asal mampu mempertahankan keperawanannya hingga selesai sekolah

Siswa di Kota Bo, Sierra Leone, bisa diberi beasiswa
sekolah 5 tahun asal mampu mempertahankan
keperawanannya hingga selesai sekolah

BugisPos — Pemerintah kota Bo, Sierra Leone, menawarkan beasiswa selama lima tahun khusus kepada pelajar putri. Namun, ada syarat khusus yang harus dipenuhi, yakni mereka harus menjaga keperawanan sampai mereka lulus, kantor berita AFP melaporkan beberapa waktu lalu.

Pemerintah kota terbesar kedua di Sierra Leone itu berharap bisa memastikan “setidaknya 80 persen pelajar putri menjaga kegadisan sampai mereka menyelesaikan masa pendidikan”, seperti dinyatakan ketua dewan kota Bo, Matthew Margao.

Margao menambahkan, beasiswa itu diberikan sampai para mahasiswi itu menyelesaikan perguruan tinggi.

Dewan kota memutuskan skema itu sebagai cara untuk mengurangi kehamilan di usia remaja sekaligus mengampanyekan agar kaum perempuan mendapat pendidikan tinggi. Margao berharap kota-kota lain juga mengikuti kebijakan pemerintah kotanya.

“Petugas kesehatan perempuan” akan ditugaskan untuk memeriksa keperawanan para penerima beasiswa.

Sejumlah orangtua menyatakan keraguan mereka terhadap “beasiswa perawan” itu. Aminata Lahai, seorang ibu, mengatakan, “Saya tidak sampai hati untuk membiarkan anak perempuan saya diperiksa (keperawanannya) karena beasiswa. Menurut saya, ada cara lain untuk melakukannya.”

Ini bukan inisiatif pertama yang dilakukan Pemerintah Sierra Leone untuk meredam angka kehamilan remaja. Menurut data Unicef, negara itu termasuk salah satu negara dengan angka kehamilan remaja tertinggi di dunia.

Kehamilan remaja merupakan salah satu penyebab utama hanya 15 persen perempuan Sierra Leone yang berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, menurut data Unicef pada 2009.

“Beasiswa perawan” serupa juga diajukan di distrik Koinadugu beberapa tahun lalu, Inter Press Service melaporkan. Namun, kebijakan itu langsung dibatalkan.

Beberapa waktu lalu sebuah desa meloloskan peraturan yang berbunyi, “Bila seorang siswi hamil, baik dia maupun ayah si bayi harus keluar dari sekolah.”

Unicef menganjurkan bahwa kemudahan akses terhadap kontrasepsi dan pendidikan seks yang lebih baik merupakan cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kehamilan di usia remaja.(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya