HTTP Status[404] Errno [0]

Heboh … Pengelola Situs Prostitusi Online Ditangkap

08 February 2013 01:06
Heboh … Pengelola Situs Prostitusi Online Ditangkap
Sejumlah tersangka jaringan prostitusi dengan sistem online diperlihatkan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta (7/12/12).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Sejumlah tersangka jaringan prostitusi dengan sistem online diperlihatkan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta (7/12/12).

Sejumlah tersangka jaringan prostitusi dengan sistem online
diperlihatkan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta (7/12/12).

BugisPos — Kepolisian menangkap seorang tersangka yang diduga menjadi otak di balik praktik prostitusi online di Bandung.

“Di Bandung ada yang terungkap media online ini ya, itu kaitannya dengan penangkapan pengelola jasa situs online inisialnya W,” kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kamis (7/2/2013).

Boy tidak merinci profil tersangka yang diamankan kepolisian itu. Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terkait pengungkapan tersebut.

“Sedang dilakukan proses hukum di Polda Jabar,” ujarnya.

Saat ini, W dijerat dengan pelanggaran pasal 45 ayat 1 Uu 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 34, 35 UU 44/2008 tentang Pornografi, dan pasal 378 KUH Pidana.

“Ancamannya paling lama 12 tahun penjara,” terangnya seperti dirilis detikNews.

Polisi menyita sebuah laptop, dua HP, dan beberapa buku rekening dari tangan tersangka. Buku rekening tersebut diduga menjadi penampungan uang dari para member yang bertransaksi jasa prostitusi online yang dikelola W.

Boy mengakui, pihaknya mendapatkan kendala dalam pemantauan situs yang mengarah pada tindak pidana atau kriminal.

“Kita berharap kepada masyarakat untuk dapat melaporkan ke kita karena tidak semua situs terpantau oleh kepolisian, yang jumlahnya ribuan, jutaan,” imbau Boy.

Kasus Jakarta

Sebelumnya, pada akhir Desember 2012 lalu, jajaran Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap jaringan prostitusi online. Mereka ditangkap saat di Hotel Aston Kuningan Suite kamar 209 dan 211, Setiabudi Utara, Jakarta Selatan. Hal ini sesuai Laporan Polisi Nomor 647/XII/2012/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 5 Desember 2012.

“Tindak Pidana perdagangan orang atau tindak pidana informasi transaksi elektronik yang menjurus ke arah pornografi, diamankan delapan orang tersangka. Tiga orang sebagai pengurus berinisial RW (operator website), NA sebagai maminya, HD Operasional Lapangan dan lima orang sebagai PSK berinisial NF, SS, WD, EV dan UP,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat rilis di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 7/12/12.

Rikwanto menuturkan salah satu maminya berinisial RD memasang iklan di internet. Diketahui ada tiga website yang digunakan, yakni kr**il.net, binta***awar.net, se**rot.com. “Di sini menawarkan janji kencan. Tarif Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta,” ungkapnya.

Rikwanto menjelaskan dari hasil penangkapan diamankan barang bukti berupa, uang tunai Rp3.970.000, empat bungkus tisu basah, tiga botol jel plastik pelicin, 11 buah kondom, dua potong handuk, 20 lembar kartu diskon dan empat lembar key card hotel.

“Mereka diamankan karena menjajakan orang dan memperdagangkan manusia. Hal tersebut sesuai pasal 2 ayat 1 UU No. 23 tahun 2007 dan Pasal 27 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 dan pasal 506 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun ke atas,” papar Rikwanto.

Rikwanto menambahkan mereka sudah berpraktik lebih dari satu tahun. Kasus ini pun masih dalam pengembangan Unit Resmob Polda Metro Jaya.

“Penghasilan satu minggu Rp50 juta hingga Rp75 juta, sedangkan untuk masing-masing tersangka, jumlah penghasilan dikurangi pembayaran hotel, masing-masing bisa sekitar antara Rp5 juta-10 juta. Bahkan satu hari bisa melayani sembilan kali,” tandasnya (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya