HTTP Status[404] Errno [0]

Ilham Marah di depan Camat Lurah

08 February 2013 01:08
Ilham Marah di depan Camat Lurah
Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin melontarkan rasa murka nya menyusul sikap indisipliner yang diperlihatkan sejumlah camat dan lurah saat berlangsung acara penyerahan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari pemkot Makassar kepada KPU kota Makassar, di ruang pola kantor Walikota Makassar, Kamis 7/2/13.
Lewat pengeras suara, Ilham memperlihatkan kemarahan dengan mengeluarkan suara lantang dan keras saat melihat banyak lurah serta camat yang tidak hadir pada acara tersebut.

“Saya cuma mau mengingatkan, jangan anggap saya bersedih dan tidak punya lagi kewenangan. Akan kubuktikan, saya akan memberikan yang terbaik untuk pelayanan masyarakat di sisa masa pengabdian saya. Memang barangkali kalian tidak membutuhkan kepemimpinan yang familiar, kepemimpinan yang tidak ada jarak antara walikota dengan pegawai terendah sekalipun. Mungkin pola ini tidak dibutuhkan. Sebenarnya gaya familiar, kekeluargaan, saling sejajar yang saya perlihatkan selama delapan tahun terakhir, itulah sebenarnya gaya kepemimpinan modern. Bukan dengan intimidasi dan tekanan, tapi kepemimpinan yang menyentuh substansi. Ini semua agar kalian lebih kreatif dan tidak tertekan dalam bekerja. Tapi sepertinya bukan ini yang kalian inginkan ” ujar Ilham dengan nada tinggi.

Kekesalan Ilham mulai tersulut saat melihat banyak kursi yang kosong. Kecurigaan banyaknya aparat yang mangkir terbukti usai mengabsen satu persatu camat dan lurah. Dari 14 camat dan 143 lurah, hampir separuhnya yang tidak hadir.
Yang paling memiriskan, adalah kecamatan Tamalanrea. Camat, sekcam serta semua lurahnya tidak ada satupun yang kelihatan batang hidungnya. Dari catatan kami saat diabsen, dikecamatan ujung pandang, dari 10 lurah hanya lima yang hadir, Mariso, lima lurah yang hadir dari sembilan lurah, Mamajang hadir delapan lurah, Tamalate hanya 6 lurah hadir dari 10 yang ada,bahkan camat dan sekcamnya tidak hadir. Kecamatan Ujung tanah ada 8 dari 12 lurah yang ada, sedang
Tallo hanya 4 lurah hadir dari 15 yang ada.
Manggala hanya 3 lurah yang dari 6 yang ada,
Panakukang ada 8 lurah yang hadir, sedangkan kecamatan Tamalanrea, baik camat, sekcam serta seluruh lurah tidak ada yang hadir, Biringkanaya hadir 4 lurah dari 7 lurah yang ada, Rappocini hanya 4 lurah hadir dari 10 yang ada, sedang Makassar hadir 12 lurah dari 14 lurah yang ada, Wajo hadir 5 lurah dari 8 yang ada,sedang Bontoala hadir 6 lurah dari 15 lurah yang ada.

Sementara itu, Camat Wajo, Suwandi, yang datang dipertengahan acara tidak luput mendapat semprot dari Ilham.
“Ini sudah jam berapa pak Camat. Masa Walikota sudah menunggu satu jam, anda baru datang ” tegur Ilham kepada Suwandi.

” Apa yang dibicarakan disini sangat esensial.Ini agenda penting dan strategis. Masa selama sekian kali pemilu, partisipasi pemilih di Makassar tidak pernah jauh – jauh dari angka 60 persen. Inikan harusnya bagian dari tanggung jawab saudara – saudara. Tapi mana itu tanggung jawab, hampir separuh tidak hadir disini. Bagaimana KPU bisa sukses menggelar pemilu jika data potensial pemilih tidak anda perhatikan ” lanjut Ilham ketus.

Diakhir sambutannya, Ilham meminta kepala bagian pemerintahan, Sabri untuk mendata ulang camat serta lurah yang tidak hadir hingga acara selesai.
” Kita pasti akan evaluasi ” tegas Ilham.
Ditempat ini hadir ketua KPU kota Makassar, Misna Hatta, serta sejumlah anggota. Kepala Dinas Kependudukan dan Capil kota Makassar, Maruhum Sinaga tampil membacakan laporan (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya