HTTP Status[404] Errno [0]

Komitmen PT Semen Tonasa Sejahterakan Masyarakat Lewat Program CSR

10 February 2013 05:51
Komitmen PT Semen Tonasa Sejahterakan Masyarakat Lewat Program CSR
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas saat konferensi pers dalam rangka HUT PT Semen Tonasa ke-44 dan launching journalistic award 2012, Kamis (1/11/2012) lalu.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas saat konferensi pers dalam rangka HUT PT Semen Tonasa ke-44 dan launching journalistic award 2012, Kamis (1/11/2012) lalu.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas saat konferensi pers dalam rangka HUT PT Semen Tonasa ke-44 dan launching journalistic award 2012, Kamis (1/11/2012) lalu.

BugisPos — PT Semen Tonasa (ST) yang merupakan produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia, di usianya yang memasuki angka 44 tahun, terus berbenah, dalam mewujudkan visi misi perusahaan perseroan ini. Sesuai visi yang diemban, Semen Tonasa bertekad menjadi perusahaan semen terkemuka di Asia, dengan tingkat efisiensi tinggi, lebih profitable, berorientasi masa depan, lebih kompetitif di pasar domestik dan internasional.

Disamping itu, dalam rangka mewujudkan salah satu misi perseroan yang terkait dengan usaha menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan terhadap masyarakat sekitarnya, Semen Tonasa secara berkelanjutan dan sistematis menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR), meliputi kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta organisasi keagamaan.

Melalui program-program CSR tersebut, manajemen berharap masyarakat akan merasakan manfaat dengan kehadiran PT Semen Tonasa di lingkungan mereka dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, memang merupakan komitmen dari manajemen. Termasuk juga, komitmen manajemen untuk tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya, melalui pemanfaatan program-program CSR.

Program CSR ini, merupakan kewajiban setiap perusahaan yang diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007, pada pasal 74 ayat 1 tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan (profit).

Manajemen perseroan sangat menyadari tanggung-jawab sosial dan lingkungan pada masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar lokasi pabrik di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Untuk memenuhi tanggung jawab itu, maka perseroan merogoh kantong dari profit yang dihasilkan untuk disalurkan pada masyarakat melalui penyaluran dana CSR.

Tidak tanggung-tanggung, penyaluran dana CSR PT Semen Tonasa dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal itu seiring dengan peningkatan volume produksi dari tahun ke tahun, dengan laba perseroan yang semakin meningkat pula.

Hal itu tergambar dari total produksi pada Januari – Oktober 2012 sudah mencapai 3,8 juta ton dengan volume penjualan sekitar 3,7 juta ton. Sementara prognosa produksi 2012 tercatat 4,9 juta ton dengan prognosa penjualan 4,7 juta ton.
Prognosa produksi Semen Tonasa pada 2013 diharapkan mencapai 6,5 juta ton dari dukungan pengoperasian pabrik Semen Tonasa V yang direncanakan mulai beroperasi pada 2013. Prognosa produksi itu meningkat sekitar 39 persen dibandingkan produksi 2012.

Khusus market share, untuk pasar nasional, PT Semen Tonasa masih berada di kisaran  yang masih rendah sekitar 8 persen, namun untuk wilayah KTI mampu mencapai 40 persen. Bahkan di daerah tertentu seperti Sulawesi tengah dan Sulawesi utara mencapai 80 persen, dan khususnya di pasar lokal Sulawesi selatan ini, menguasai pasar persemenan hingga 70 persen..

Capaian keberhasilan tersebut, selanjutnya diimplementasikan pada kegiatan CSR sebagai bentuk kepedulian perusahaan. Tanggung jawab sosial perusahaan itu melalui empat kegiatan yakni kesehatan masyarakat dan lingkungan yang dikenal dengan istilah Program Sehat Tonasa, bidang pendidikan (Cerdas Tonasa), Ekonomi (Bina Mitra Tonasa) dan lingkungan (Program Desa Mandiri Tonasa).

Untuk dana kemitraan, PT Semen Tonasa telah menyalurkan anggaran sebesar Rp5,8 miliar untuk 557 unit usaha pada Januari – Oktober 2012. Sedang tanggung jawab sosial lingkungan sebanyak Rp4,7 miliar untuk pendidikan dan pengembangan lingkungan yang dikerjasamakan dengan beberapa kelompok desa.

Hal itu hanya sebagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. Sementara realisasi pengucuran dana CSR sepanjang Januari – September 2012 mencapai Rp13,4 miliar dari target 2012 yakni Rp19 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan penyaluran dana CSR tahun 2011 yang tercatat hanya Rp12 miliar.

Hal itu dipaparkan Andi Unggul Attas selaku Direktur Utama PT Semen Tonasa yang baru pengganti Sattar Taba pada suatu kesempatan saat menggelar konferensi pers memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PT Semen Tonasa yang ke-44, dan launching Journalistic Award 2012 di Makassar, Kamis,(1/11/2012). Dia menyebutkan jumlah dana CSR yang dikeluarkan untuk program ini selama 3 tahun terakhir, sejak tahun 2008 hingga Nopember 2012 mencapai Rp36 miliar.

Program CSR ini diarahkan pada program kemitraan, bina lingkungan dan tanggung jawab sosial lingkungan. Program kemitraan meliputi sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, pertambangan, jasa dan usaha lainnya. Total dana yang telah disalurkan untuk program kemitraan sebesar Rp18 miliar.
Untuk program bina lingkungan meliputi bantuan bencana alam, pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah serta pelestarian lingkungan, dengan total dana yang tersalurkan sebesar Rp12 miliar.

Sementara untuk program tanggung jawab sosial lingkungan meliputi sektor pendidikan, tanggung jawab lingkungan, penanganan kesehatan, K3 dan keamanan, HAM, prasarana umum, kegiatan ekonomi dan sumbangan lainnya kepada masyarakat di sekitar pabrik.

Sisihkan Dana CSR untuk Bantu Usaha Skala Mikro

Komitmen untuk memberi azas manfaat pada masyarakat sekitar lokasi pabrik PT Semen Tonasa terus diupayakan. Salah satu programnya yakni mengucurkan bantuan pinjaman dana bergulir bagi pengusaha skala mikro di Kabupaten Pangkep.

Hal itu diwujudkan melalui program dana kemitraan, dengan menyisihkan sebagian dana CSR untuk membantu sebanyak 306 unit usaha kecil dan menengah (skala mikro) di Pangkep Rabu, (23/1/2013) lalu. Total dana yang disalurkan mencapai Rp2,2 miliar.

Dana kemitraan tersebut disalurkan untuk tahap pertama di tahun 2013 ini, dengan membagikan atas dua wilayah ring. Sebesar Rp448 juta disalurkan untuk 67 UKM yang dibina berada di ring I yakni berdekatan langsung dengan lokasi pabrik semen. Selebihnya, dana sebesar Rp1,7 miliar lebih dialokasikan untuk 239 UKM yang tersebar di wilayah Pangkep atau ring II.

Bantuan dana kemitraan bagi UKM Â itu merupakan pinjaman kredit lunak dengan bunga sebesar 0,5 persen per bulan. Diharapkan, bantuan dana kemitraan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Tonasa kepada masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.

“Melalui bantuan dana kemitraan ini, kami berharap tingkat pendapatan perkapita masyarakat diharapkan akan naik, yang tentunya akan berimbas pada semakin naiknya tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangkep,” kata Dirut PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas menambahkan.

Antara Aksi Protes Warga dan Komitmen Pengelolaan Tepat Sasaran

Pihak manajemen PT Semen Tonasa sangat menyadari upaya-upaya nyata yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik, memang belum optimal. Hal itu bisa dirasakan, masih banyak masyarakat, terutama warga di sekitar pabrik yang belum tersentuh azas manfaat penyaluran dana CSR itu.

Hal itulah yang terkadang menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Sekelompok warga tertentu yang dengan terang-terangan kerap melakukan aksi-aksi protes, semisal aksi demonstrasi yang mendiskreditkan manajemen perseroan tersebut, dengan menuding pengelolaan dana CSR tidak transparan, hanya menguntungkan keluarga besar karyawan di perusahaan tersebut.

Belum lagi aksi protes warga yang mempersoalkan adanya hujan debu di sekitar lokasi pabrik, akibat hilir-mudiknya kendaraan-kendaraan besar pengangkut semen. Tindakan-tindakan warga yang melakukan “perlawanan” terhadap keberadaan industri semen di wilayahnya, boleh jadi hanya merupakan salah satu bentuk kekecewaan bagi sekelompok warga yang memang belum memperoleh azas manfaat dari penyaluran dana CSR itu.

Agar tidak ada lagi suara-suara sumbang yang mendiskreditkan keberadaan perusahaan, manajemen PT Semen Tonasa berkomitmen akan lebih mengoptimalkan penyaluran dana CSR dengan mengambil langkah-langkah strategis, profesional dan transparan. Upaya itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Pangkep.

Direktur Utama, Andi Unggul Attas di sela-sela perayaan puncak HUT Â PT Semen Tonasa ke-44, di Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Jumat, (2/11/2013) lalu mengemukakan, mulai tahun ini, PT Semen Tonasa akan bersinergi dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menyalurkan dana-dana CSR bagi masyarakat. Sehingga sangat diharapkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya untuk lebih meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Diakuinya, CSR dirasakan menjadi elemen penting yang sangat perlu dilaksanakan perusahaan, karena sebagai salah satu upaya dan solusi untuk memangkas angka kemiskinan di Kabupaten Pangkep. Implementasi program-program yang bersumber dari dana CSR juga dapat memengaruhi kelangsungan usaha, baik dari aspek ekonomi, lingkungan, maupun sosial budaya.

“Kami bersinergi dengan melibatkan Pemda Pangkep bertujuan agar dana-dana CSR yang disalurkan tepat sasaran dan masyarakat akan semakin merasakan manfaatnya dan mereka akan hidup lebih sejahtera,” kata Unggul Attas menambahkan.

Bentuk sinergitas antara manajemen PT Semen Tonasa dengan Pemkab Pangkep dengan mensinergikan program-program yang akan dilakukan untuk dinikmati masyarakat. Bila tahun-tahun sebelumnya manajemen ST hanya menggelontorkan dana CSR berkisar 40-50 persen pada pemda, maka mulai tahun 2013 ini juga akan dinaikkan hingga kisaran 60 persen.

Bupati Kabupaten Pangkep, Syamsuddin A Hamid Batara, SE, Senin 5 November kemarin, menyambut baik upaya yang dilakukan PT Semen Tonasa di bawah kepemimpinan Direktur Utama yang menjabat sejak 1 Oktober 2012, Andi Unggul Attas. Melalui manajemen yang baru, Bupati pun berharap agar pihak perusahaan yang melaksanakan program CSR pemberdayaan ekonomi masyarakat lebih kreatif dalam membuat program.

Menurut Syamsuddin A Hamid Batara lagi, dalam menyalurkan dana-dana CSR, dia tidak ingin memanjakan masyarakatnya dengan membuat program yang nantinya akan disinergikan dengan manajemen PT Semen Tonasa yang bersifat tidak mendidik dan hanya membuat masyarakat tidak mandiri.

Melalui pemanfaatan dana CSR, kata Bupati Pangkep ini, sebaiknya program-program yang diberikan masyarakat sifatnya berkesinambungan dan mendidik masyarakat tidak terus-terusan bergantung dari pemberian bantuan.

“Kami juga berharap dengan bantuan dana CSR masyarakat akan semakin mandiri dan dapat bergulir dengan sendirinya melalui unit-unit usaha bisnis maupun koperasi yang dijalankan. Untuk program lainnya, kami ingin penmyaluran dana CSR tepat sasaran dan bisa membawa manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” harap Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid Batara.(abdul gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya