HTTP Status[404] Errno [0]

Anas Urbaningrum : “Saya Tetap (Masih) Ketua Umum Demokrat

10 February 2013 05:38
Anas Urbaningrum : “Saya Tetap (Masih) Ketua Umum Demokrat
Anas Urbaningrum menegaskan dirinya masih tetap sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, meskipun komando telah diambil alih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Anas Urbaningrum menegaskan dirinya masih tetap sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, meskipun komando telah diambil alih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Anas Urbaningrum menegaskan dirinya masih tetap sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, meskipun komando telah diambil alih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

BugisPos — Sekian lama menanti, akhirnya Anas Urbaningrum keluar juga dari rumahnya di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (9/2/2013), pukul 08.20 WIB.

Anas yang keluar dari rumahnya menggunakan mobil Nissan Elgrand dengan nomor polisi  B 1683 NKP. Dengan kondisi kaca tertutup, wartawan terus menempel mobil Anas yang duduk di sebelah kiri.

Setelah dibujuk, Anas menurunkan kacanya dan langsung menerima pertanyaan wartawan. Anas yang nampak terburu-buru, hanya berbicara dari kursi mobil dengan membuka kaca mobil bagian tengah. Ia menegaskan dirinya tetap Ketua Umum Partai Demokrat.

“Dalam rapat itu Ketua Majelis Tinggi mengatakan bahwa Anas Urbaningrum tetap Ketua Umum dan Wakil Majelis Tinggi. Hari ini saya mau berangkat ke Banten,” ungkap Anas Urbaningrum, sebagaimana dikutip dari tribun-timur.com.

Pernyataan Anas ini pertama kali diucapkannya pasca-Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat, demi memulihkan dan memperbaiki nasib partai yang tengah terpuruk.

“Hari ini saya mau ke Banten ada ada kegiatan di DPC Lebak, Banten. Tidak ada dinonaktifkan. Ada poin bahwa (penonaktifan) sesuai dengan hirarki dan konstitusi partai. Jadi pegangannya adalah konstitusi partai,” tegas Anas lalu menutup jendela mobilnya.

SBY Ambil Alih “Komando” Demokrat

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengambil alih komando partainya. Dia langsung mengambil alih seluruh kendali Partai Demokrat, Jumat (8/2/2013).

Dalam jumpa pers yang digelar pukul 22.30 malam, di Cikeas, Jawa Barat, SBY mengeluarkan delapan solusi yang secara tegas menyatakan bahwa kendali partai diambil alih oleh Majelis Tinggi.

“Ketua majelis tinggi partai bertugas, berwenang, dan bertanggung jawab untuk memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai,” ujar SBY, sebagai solusi pertama untuk mengatasi kisruh internal Partai Demokrat. Keputusan tersebut diambil dalam rapat majelis tinggi yang diperluas di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat, Jumat, (9/2/2013).

Seperti dirilis KOMPAS.com, dalam tujuh butir solusi lain, selain mengambil alih pemulihan kondisi internal partai, SBY juga mempersilakan semua kader dan pengurus yang tak sepakat dengan solusi ini untuk keluar dari partai. Baik yang gelisah dengan turunnya elektabilitas maupun langkah penyelamatan partai. Langkah penyelamatan dimulai dengan penandatanganan pakta integritas.

Anas Urbaningrum tidak dicopot dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat. Dalam struktur partai, Ketua Umum Partai Demokrat adalah Wakil Ketua Majelis Tinggi. SBY meminta Anas untuk fokus pada kasus dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Majelis Tinggi Demokrat terdiri dari sembilan elite Demokrat. Mereka yakni SBY, Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik, Sekretaris Dewan Kehormatan TB Silalahi, Ketua Umum DPP Anas Urbaningrum, dua Wakil Ketua Umum DPP Max Sopacua dan Jhonny Alen, Sekretaris Jenderal DPP Edhi Baskoro Yudhoyono, dan Direktur Eksekutif DPP Toto Riyanto.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya