HTTP Status[404] Errno [0]

Walikota Tidak Akan Ganti Dua Pejabat Tersangka Korupsi

10 February 2013 02:24
Walikota Tidak Akan Ganti Dua Pejabat Tersangka Korupsi
Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Dua pejabat Pemkot Makassar yang kini ditetapkan tersangka kasus korupsi, yakni Kepala BPBD Kota Makassar Ismounandar, dan Dirut PD RPH Sudirman Lanurung. Namun, posisi keduanya dinyatakan masih tetap aman. Walikota Makassar menyatakan belum akan mengganti keduanya jika belum ada keputusan hukum tetap soal kasus mereka.

“Tidaklah…kalau Ismounandar dan Sudirman kooperatif tidak akan ganggu kerjanya. Tidak ada pergantian, biarkan proses hukum jalan sampai ada ketetapan status hukum selanjutnya seperti apa,” jelas Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kepada wartawan di Balaikota, Jumat 8/02/2013 sore.

Menyangkut Kepala BPBD, Ilham mengaku tidak tahu karena kasus itu saat Ismounandar sementara menjabat Kadis PU Pangkep. Namun, soal Dirut RPH Sudirman Lanurung yang diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait bantuan Pemkot kepada PD RPH pada APBD, Ilham mengaku belum tahu kejelasannya seperti apa.

“Kalau RPH saya belum tahu persis deliknya, tapi infonya ke saya, RPH pernah kerjasama dengan pengusaha pengumpul sapi, ternyata uangnya yang Rp 1,3 miliar itu diambil, tapi sapinya tidak ada. Menurut saya ini bentuk piutang, tapi kan aset pihak ketiga telah disita RPH. Mungkin ada miskomunikasi pembayaran RPH dan menurut saya lebih ke perdata,” jelas Ilham

Ditetapkan Tersangka

Â

Penyidik Direskrimsus Polda Sulsel menetapkan dua pejabat Pemkot Makassar tersangka dugaan kasus korupsi. Dua pejabat itu adalah Direktur Utama Perusahaan Daerah Rumah Pemotongan Hewan (PD RPH) Makassar, Sudirman Lannurung dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muhammad Ismounandar.

Sudirman ditetapkan tersangka terkait proyek perbaikan kandang dan pengembangan usaha di 2006, 2009, dan 2010. Total dana proyek itu mencapai Rp2,25 miliar. Dana dari APBD Makassar itu dicairkan tidak sesuai Surat Keputusan Wali Kota Makassar dan ditemukan kerugian negara senilai Rp1,3 miliar.

Sedangkan Ismounandar menjadi tersangka terkait dugaan kasus pembangunan jaringan irigasi Tombolo di Pangkep 2009 lalu. Saat itu, Ismounandar menjabat Kadis PU dan Tata Ruang Pangkep. Selain Ismounandar, polisi juga menetapkan Zainuddin Nur yang bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek senilai Rp15,2 miliar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi mengatakan penetapan tersangka kedua kasus itu dilakukan setelah alat bukti dan keterangan dugaan korupsi sudah lengkap. Penyidik akan memanggil ketiga tersangka untuk dimintai keterangannya. Belum diketahui apakah ketiga tersangka itu akan ditahan atau tidak.

“Kita liat perkembangan penyidikan nanti,” jelas Endi seperti dirilis Fajar Online

Dia menambahkan, polisi sudah melakukan pemanggilan terhadap ketiga tersangka. Khusus Ismounandar dan Zainuddin harusnya diperiksa Kamis 7 Februari kemarin namun batal karena tidak didampingi kuasa hukum. Sementara Sudirman juga batal diperiksa kemarin akibat sakit.

“Sudirman katanya sedang sakit. Jadi pemeriksaannya dibatalkan,” jelas Endi. Sementara Ismounandar yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya siang kemarin mengatakan proyek jaringan irigasi di Tombolo Kabupaten Pangkep tidak dikerjakan karena persoalan sengketa lahan di sekitar proyek tersebut. Meski demikian, pihaknya mengaku sudah melakukan pengembalian dana senilai Rp1,1 miliar dari proyek tersebut.

“Uang muka proyek itu sudah saya kembalikan sejak bulan Februari, 2012,” jelas dia. Dia menambahkan, pihaknya akan kooperatif terkait dengan penyidikan kepolisian. Menurutnya, pihaknya sudah memberikan keterangan kepada kepolisian terkait dengan kasus itu. “Tadi saya datang memberikan keterangan di Polda,” jelasnya.

Sementara Sudirman gagal dikonfirmasi siang kemarin. Nomor telepon selularnya yang dihubungi berkali-kali tidak diangkat (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya