HTTP Status[404] Errno [0]

Lahan Makin Sempit, KKP Cari Alternatif Komsumsi Pangan Alternatif

11 February 2013 03:20
Lahan Makin Sempit, KKP Cari Alternatif Komsumsi Pangan Alternatif
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando, SP, M.Si
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando, SP, M.Si

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando, SP, M.Si

BugisPos –Â Penganekaragaman(diversifikasi) pangan mendapat perhatian besar dari Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Pemerintah Kota Makassar. Pasalnya, dengan luas wilayah yang hanya 175,77 km persegi, dengan lahan potensial untuk berusaha tani padi (beras) yang sangat terbatas, maka diperlukan solusi untuk mengatasi ketergantungan terhadap komsumsi beras di daerah ini.

Salah satu solusi yang ditempuh KKP yakni bagaimana merubah pola komsumsi pangan masyarakat agar tidak bergantung hanya mengomsumsi beras sebagai makanan pokok saja. Namun mencari pangan alternatif pengganti beras, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, ketela serta pangan lainnya yang berbahan baku lokal.

Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Pemkot Makassar, Abdul Rahman Bando, SP, M.Si, Jumat, (8/2/2013) saat membuka kegiatan sosialisasi penganekaragaman komsumsi pangan berbahan baku lokal di gedung Graha PKK Jalan Anggrek Kota Makassar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pola komsumsi pangan yang semakin beragam, bergizi, seimbang dan aman, dengan capaian sasaran dapat terwujudnya menurunnya komsumsi beras sebesar 1,5 persen per tahun,” ujar Rahman Bando.

Menurut mantan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Pemkot Makassar ini, selain itu, perlunya masyarakat dibiasakan mengomsumsi pangan alternatif non-beras dikarenakan lahan pertanian potensial di Makassar semakin berkurang. Hal itu dipicu akibat banyaknya alih fungsi lahan-lahan pertanian.

“Bahan-bahan pangan non-beras sebagai pangan alternatif dapat dikembangkan cukup pada lahan-lahan pekarangan rumah, jadi tidak perlu lahan yang luas. Dan ini peluang untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita,” ujarnya.

Sosialisasi ini diikuti sebanyak lebih 670 orang peserta diikuti anggota kelompok tani dan anggota Lembaga Usaha Pangan Perkotaan (LUEPP) dari 143 kelurahan se-Kota Makassar. Pemateri yakni Dr. Azikin dari Kantor Ketahanan Pangan Makassar.(humas)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya