HTTP Status[404] Errno [0]

Dua Perawan Akan Dijual ke NTT

14 February 2013 02:24
Dua Perawan Akan Dijual ke NTT
Illustrasi

BugisPos — Baru saja pihak kepolisian membongkar sindikat trafficking di Makassar, Selasa 12/2/13 malam sekitar pukul 20.00 wita, dua gadis perawan yang akan dijual ke NTT terbongkar.
Rencana penjualan gadis perawan ini gagal setelah keduanya diselamatkan warga di Jalan Ratulangi, Makassar, saat berusaha melompat dari angkutan kota (petepete).
Bersama keduanya, juga turut diamankan seorang perempuan bernama Hasna, warga Mandai, Maros yang diduga mucikari. Gadis asal Kendari, Sulawesi Tenggara itu, masing-masing berinisial Rt dan Rn. Keduanya masih berusia 16 tahun.
Di hadapan petugas di Polsekta Mamajang, Rt menuturkan, ia bertemu pertama kali dengan Hasna di kampung halamannya di Kendari. Saat itu Hasna menawarinya pekerjaan sebagai penjaga toko di Makassar dengan iming-iming gaji lumayan besar.
“Katanya ada pekerjaan bagus di Makassar. Akhirnya saya sama teman ikut ke sini. Ternyata, sampai di Makassar, kami mau dibawa ke NTT,” tuturnya.
Di Makassar Rt dan Rn sempat ditampung di sebuah rumah kos di Jalan Dg Tata. Menurut Hasna, mereka akan tinggal sementara di rumah kos itu, sampai panggilan dari pemilik toko datang.
“Tapi sampai tiga hari kami di sini, tidak ada panggilan apa-apa. Tidak jelas juga di toko mana kami mau dipekerjakan,” imbuh Rt.
Ia baru sadar akan dijadikan pekerja seks setelah keduanya mendengar pembicaraan Hasna dengan seseorang dari balik telepon. “Saya dengar dia bilang, aman bos, barangnya siap dikirim,” ucapnya seperti dirilis BKM.
Rt kemudian mengetahui bahwa dirinya hendak dijual kepada seorang pengusaha hiburan malam di NTT. “Di sana kami mau dipekerjakan di tempat hiburan,” terang Rt.
Malam itu, keduanya berencana berangkat ke NTT melalui Pelabuhan Makassar. Saat angkot yang mereka tumpangi melintas di Jalan Ratulangi, Rt dan Rn nekat berusaha melompat.
“Pas waktu itu agak macet di depan, jadi saya sama teman nekat melompat. Sopir angkot berteriak-teriak melarang kami melompat. Tapi saya tetap nekat,” jelas Rt.
Menurutnya, ia sudah tidak peduli lagi atas keselamatan jiwanya waktu itu. “Yang jelas saya tidak mau di bawa ke sana (NTT). Apalagi kami mau dijadikan pelacur,” tutur Rt polos.
Beruntung, saat sopir angkot berteriak, beberapa warga berdatangan dan menyelamatkan.
Saat itulah, Rt dan Rn diamankan bersama Hasna.
Sementara Hasna yang diperiksa, menolak memberi keterangan. Ia tetap bungkam di hadapan petugas.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Mamajang AKP Agus Arfandi, mengungkapkan, pihaknya masih menelusuri sindikat penjualan gadis yang melibatkan Hasna. Menurutnya, dari keterangan dua korban, sindikat ini bekerja lintas daerah.
“Si Hasna ini kemungkinan mucikarinya. Dia yang bertugas mencari perawan ke daerah-daerah untuk dijual ke luar pulau,” terang Agus.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah, mengemukakan, Polrestabes akan membantu Polsekta Mamajang mengungkap jaringan di belakang kasus ini. Apalagi belakangan, kepolisian telah membongkar beberapa kasus yang sama.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Endi Sutendi, mengonfirmasi, kepolisian tengah berusaha mencari benang merah antara kasus ini dengan sindikat traffiking yang ditangkap pekan lalu.
“Ada kesamaan pola operasi. Tetapi kita belum tahu apakah mereka satu jaringan atau tidak,” katanya.
Menurut Endi, dari hasil penyelidikan kemarin, rata-rata para perawan berusia belasan ini dijual hingga harga Rp 11 juta. Bahkan ada yang mencapai Rp 15 juta.
“Mereka dijual ke pengusaha hiburan malam. Makanya, di Makassar juga kita telusuri kemungkinan adanya tempat hiburan atau panti pijat yang menerima pasokan seperti ini,” kunci Endi (*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya