HTTP Status[404] Errno [0]

Bengkel Sastra UNM Pentaskan “Bulo-bulo” di ITS

16 February 2013 22:49
Bengkel Sastra UNM Pentaskan “Bulo-bulo” di ITS
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Bengkel Satra Universitas Negeri Makassar akan mementaskan cerita tentang masyarakat Bulo-bulo (belang-belang) di kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) 8-14 Februari.
“Peserta yang berangkat sebanyak 18 orang, sembilan berperan dalam pementasan, selebihnya kru dan sutradara,” kata staf Bengkel Satra (Bestra) UNM Rosita Destriani usai melepas rombongan di Kampus UNM Makassar, Kamis 7/2/13

Ia menyebutkan, naskah untuk pementasan Bulo-bulo di buat Rusdianto salah satu sastarawan. Naskah tersebut merupakan naskah yang lolos dalam seleksi pada 20 besar yang sebelumnya telah disaring panitia.

Mantan Ketua Bestra UNM ini mengatakan rencananya dalam pentas nanti dipentaskan teater realis atau mengambil cerita masyarakat Bolu-bulo dalam kehidupan keseharian mereka di atas rumah dan lingkungannya sehari-harinya.

“Pentas mereka nanti hanya dilakoni sembilan orang, dan mengisahkan tentang kehidupan masyarakat Bulo-bulo. Naskah ini juga lolos dipenyajian serta masuk dalam nominator terbaik,” ucapnya seperti dirilis Antara

Pentas Bulo-bulo, kata dia, hanya dipentaskan sembilan orang sesuai dengan jumlah masyarakatnya, menurut mitos bila lebih dari sembilan orang atau ada keturunan baru maka salah satu dari sembilan orang tersebut akan meninggal dunia.

Pihaknya tidak berharap banyak namun dapat menjadi yang terbaik dan masuk nominasi dengan penampilan terbaik. Penampilan nanti juga akan mengilustrasikan kehidupan masyakat bulo-bulo yang berada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Suku Tabalo sendiri hidup di kawasan pegunungan Bulu Pao perbatasan Kabupaten Barru-Pangkep, Sulsel. Suku Tabalo diketahui memiliki ciri genetika yang unik, dari anak-anak hingga dewasa orang-orang Suku Tabalo memiliki banyak bercak putih di bagian tubuh mereka.

Berdasarkan cerita rakyat orang-orang Tobalo adalah sebuah komunitas yang mengasingkan diri dari masyarakat sekitarnya, hal tersebut karena mereka malu karena memiliki fisik yang berbeda.

Kata Tobalo berasal dari bahasa bugis, To berarti orang dan balo berarti belang, sehingga masyarakat sekitar menyebut orang-orang berbeda tersebut dengan Tobalo.

Rosita menambahkan bukan hanya Bestra yang berangkat dari utusan Sulsel namun beberapa diantaranya seperti UKM Seni UNM dan UKM Serikat Pencinta Seni Sastra Indonesia (Spasi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), Komunitas Sastra dan Teater (Kosaster) Unhas dan Teater Kampus Unhas (TKU) (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya