HTTP Status[404] Errno [0]

Tenangkan Makassar, Ilham Dialog dengan Tokoh Tionghoa dan Tokoh Gereja

18 February 2013 03:06
Tenangkan Makassar, Ilham Dialog dengan Tokoh Tionghoa dan Tokoh Gereja
Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, terus bergerak mencairkan suasana ketegangan yang terasa di kota Makassar, menyusul teror Bom Molotov terhadap sejumlah gereja beberapa waktu lalu.
Setelah sehari sebelumnya menemui kapolrestabes Makassar, Wisnu Sandjaya, malam tadi, sabtu ( 16/2 /13, Ilham mengajak berdialog puluhan tokoh – tokoh keturunan Tionghoa Makassar serta komunitas warga Toraja berturut – turut di rumah jabatan walikota Makassar dan baruga anging mamiri.

” Malam ini saya merasa terpanggil untuk berbicara kepada saudara – saudara ku sekalian. Ini kita sedang diadu domba, ada yang ingin mengaduk konflik ditengah suasana politik di Makassar. Saya ingin tegaskan bahwa ini adalah pekerjaan orang biadab, dan mari bersatu untuk melawan orang itu. Yakinlah, saya selaku walikota Makassar akan selalu berdiri paling depan untuk memberikan jaminan keamanan kepada kalian semua ” ujar Ilham didepan puluhan tokoh keturunan tionghoa.

Ditempat ini, Ilham mengajak seluruh keturunan Tionghoa di Makassar untuk tidak terpancing dengan upaya provokasi yang terjadi belakangan ini.

” Kalau ada isu yang beredar, jika ada broadcas atau sms, jangan langsung percaya, jangan langsung tutup toko, telepon saya, jangan terpengaruh dan ikut menuding pihak tertentu. Saudara – saudaraku, banyak sekali yang ingin merusak hubungan yang sudah lama kita jalin, banyak sekali yang ingin merusak hubungan saya dengan Pak Syahrul serta dengan tokoh – tokoh lainnya, makanya dibuatlah kota ini seakan – akan tidak kondusif, seakan – akan saya kecewa dengan teman – teman Tionghoa, dengan teman – teman warga toraja akibat pilgub kemarin. Saya tegaskan saya tidak sebodoh itu untuk merusak kota yang sudah 8 tahun saya bangun dengan susah payah ” ujar Ilham dengan penuh penekanan.

Saat Ilham berbicara, puluhan hadirin nampak termenung, bahkan sebagian terlihat berkaca – kaca.

” Kami tidak akan pernah terpengaruh. Kami tahu Pak Wali paling baik sejak dulu kepada kami warga minoritas. Tidak pernah sekalipun kita dipersulit jika ingin bangun gereja, tidak pernah susah angkat telepon jika kami telepon, tidak pernah kami menghadap diruangannya dan bilang tidak ada waktunya, inilah walikota terbaik kami, tidak sedikitpun kami curiga ” ujar salah satu tokoh keturunan Tionghoa, Toni Gozal dengan suara lirih dan terbata – bata.

Sementara itu, Ronny Japasal, tokoh Tionghoa lainnya meminta kepada media agar keharmonisan dalam pertemuan Ilham dengan warga Tionghoa di publis untuk menunjukkan kepada para pelaku teror bahwa upaya teror yang dilakukan telah gagal merusak rasa percaya warga keturunan Tionghoa kepada Ilham selaku walikota Makassar.

” Mudah – mudahan ini diberitakan, kami sejak lama merasa aman dibawa kepemimpinan Pak Ilham, dan kami tidak akan terprovokasi, mari semua bersatu “ujar Ronny yang diamini seluruh hadirin.

Sementara itu, berselang lima belas menit kemudian, usai Shalat Magrib, Ilham kembali menemui ratusan warga komunitas Toraja yang berdomisili dikota Makassar. Pertemuan dilakukan di Baruga Anging Mamiri.
Nampak hadir Kapolrestabes Makassar, Kombespol Wisnu Sandjaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Makassar, Abdul Wahid, Budayawan sulsel, Ishak Ngaljaratan, serta sejumlah tokoh gereja serta tokoh masyarakat Toraja di Makassar.

” Saya orang yang paling sedih jika kota kita ini rusak. Masa diujung pengabdian saya harus berakhir dengan kesan buruk. Janganlah bom botol ini merusak hubungan kita ” ujar Ilham kepada ratusan warga Toraja.

Ditempat ini, Budayawan Ishak Ngaljaratan juga mengaku kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang tidak mampu mengusut sejumlah kasus yang terjadi di sulsel, ermasuk di kota Makassar.

” Polisi kita kog semakin mirip dengan polisi India di film, baru datang setelah kejadian selesai, dan tidak ada yang terungkap. Dulu katanya gubernur mau di bom disiang bolong. Inilah teroris paling bodoh sedunia. Masa disiang bolong, terus ditengah orang banyak, polisi dimana. Kemudian orang ditangkap, tapi kog sampai sekarang kita tidak tahu sampai dimana penanganannya, siapakah dia sebenarnya, semuanya masih kabur ” ujar Ishak (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya