HTTP Status[404] Errno [0]

Polisi Bongkar Sindikat Penjualan ABG

19 February 2013 11:35
Polisi Bongkar Sindikat Penjualan ABG
Sindikat penjualan ABG dibongkar aparat Sat Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polrestabes Makassar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Sindikat penjualan ABG dibongkar aparat Sat Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polrestabes Makassar.

Sindikat penjualan ABG dibongkar aparat Sat Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polrestabes Makassar.

BugisPos — Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar kembali mengungkap sindikat penjualan orang (trafficking) yang menyasar beberapa gadis remaja atau anak baru gede (ABG) sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Mereka yang menjadi korban masing-masing RN (19) dan RT (16) Warga Sodoha, Kecamatan Kendari Barat, Kendari, Sulawesi Tenggara. Keduanya masih merupakan saudara kandung.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami apakah keduanya dapat dikategorikan sebagai korban trafficking atau belum. Karena sementara ini, motif yang terungkap masih sebatas percobaan penjualan yang dilakukan oleh oknum bernama Hasma (36), warga Mandai, Kabupaten Maros.

Hasma diduga sudah lama bekerja sebagai mucikari yang mencari gadis-gadis remaja di perdesaan untuk dijanjikan pekerjaan. Hasma juga sengaja memilih calon korbannya yang hidup dalam serba keterbatasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Wagiyanto, di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya masih terus mendalami peran pelaku.

“Semua masih lidik, belum bisa dijerat delik pidana trafficking karena belum terbukti ada transaksi seperti yang ditangkap polisi sebelumnya,” ungkap Eko Wagiyanto.

Dia lalu menjelaskan, awalnya korban dan pelaku ditangkap oleh aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mamajang di depan Pasar Senggol, Jalan Cendrawasih Makassar, Selasa, 12 Februari. Saat masih di Kendari, kedua korban bersaudara ini bertemu dengan seorang wanita bernama Ayu (31) yang juga warga Kendari.

Seperti dirilis CAKRAWALA online, dari hasil pertemuan itu, mereka dijanji akan dipekerjakan sebagai pelayan pada tempat karaoke milik suami Lisa, rekan Ayu, dengan gaji Rp700 ribu per pekan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keduanya lalu diberangkatkan dari Kendari menggunakan pesawat dan rencananya akan menuju Maumere. Dalam perjalanan menuju Maumere, mereka transit di Makassar dan diinapkan di sebuah rumah tempat di Jalan Sultan Alauddin 3 No 54 Makassar.

Belakangan diketahui bahwa rumah tersebut adalah milik Lisa, yang disebut-sebut akan mempekerjakan kedua korban di tempat karaoke milik suaminya Beruntung, aparat Polsek Mamajang berhasil mengendus tindakan tersebut dan melakukan penangkapan.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya