HTTP Status[404] Errno [0]

Nasib Perbatasan Indonesia – Malaysia Ditentukan di Makassar

20 February 2013 03:20
Nasib Perbatasan Indonesia – Malaysia Ditentukan di Makassar
Perbatasan Malaysia-Indonesia di Kalimantan Barat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Perbatasan Malaysia-Indonesia di Kalimantan Barat

Perbatasan Malaysia-Indonesia di Kalimantan Barat

BugisPos — Pembahasan masalah perbatasan wilayah Indonesia – Malaysia hari ini, selasa ( 19/2 ), dibahas di kota Makassar melalui pertemuan tingkat tinggi dua negara yang dikenal dengan pertemuan. Joint Working Group Boundaries Problem RI – Malaysia. Pertemuan tahunan ini merupakan pertemuan ketiga dan dilangsungkan di di hotel Imperial Arya Duta Makassar.
Senin 18/2/13, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjamu kedua delegasi di Baruga Anging Mamiri.

” Kami sangat bangga dan bersyukur kota Makassar terpilih sebagai tempat pertemuan penting dua negara sahabat. Tentunya, pertemuan Internasional ini akan semakin menegaskan posisi Makassar sebagai kota MICE terkemuka di Indonesia ” ujar Ilham saat memberikan sambutan.
Ditempat ini, Ilham juga berharap pertemuan kedua negara akan menghasilkan kesepakatan yang bisa menjadi solusi bersama terkait persoalan perbatasan kedepan.

” Semua harus dalam bingkai sebagai dua negara serumpun yang memiliki budaya dan karakteristik yang sama. Insya Allah, pasti ada titik temu jika dilandasi atas dasar persaudaraan ” lanjut nya.

Sementara itu, Ketua Delagasi Malaysia, Datuk Abdul Kadir menyampaikan rasa kagumnya terhadap pembangunan kota Makassar yang baru pertama kali di datangi.

” Kebetulan hotel saya bersebelahan dengan pantai Makassar ( losari ). Sangat cantik kotanya, sangat elok pantainya. Bahkan dari jendela kamar, saya sempat foto masjid yang ada di pinggir anjungan dan saya kirimkan teman – teman saya di Malaysia. Mereka semua mengaku kagum ” ujar Datuk Abdul Kadir saat berbicara.

Bahkan, Datuk Abdul Kadir sempat membandingkan kota Johor Malaysia dengan kota Makassar.
” Makassar Ini mirip kota Johor di Malaysia.
Sepertinya, Makassar telah tumbuh menjadi kota modern. Saya yakin kota ini telah menjadi salah satu kota yang menjadi salah satu tujuan untuk penyelenggaraan pertemuan – pertemuan penting, sangat representatif ” lanjutnya.

Menurutnya, salah satu alasan kuat pertemuan ini digelar dikota Makassar, karena sejarah leluhur perdana menteri Malaysia, Muhammad Nadjib Tun Razak, yang berasal dari Makassar.
Dalam pertemuan yang berlangsung hari ini, sejumlah permasalahan perbatasan akan dibicarakan, diantaranya persoalan sungai Sebatik, sungai Simantimal, sungai sinapat. Selain itu, juga akan membahas wilayah teritorial di titik C 500 hingga C 600 yang selama ini menjadi batas teritorial yg bermasalah. Selain itu titik B 2700 hingga B 3100 jika dibahas.

Ketua Delegasi RI, Laksamana Pertama, Toto Permanto, serta Deputi I Badan Nasional Pengolahan Perbatasan, MH. Susetyo hadir dalam jamuan makan malam ini (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya