HTTP Status[404] Errno [0]

Makassar Susah Dapat Adipura, PK-5 Semrawut

21 February 2013 06:02
Makassar Susah Dapat Adipura, PK-5 Semrawut
PK-5 yang semrawut
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kota Makassar masih membutuhkan poin 75,00 untuk masuk dalam nominasi penilaian tahap kedua yang dilakukan Tim Penilai Adipura Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperebukan piala adipura.
“Makassar butuh poin 75,00 pada penilaian tahap kedua. Sementara nilai didapat untuk Makassar pada penilaian tahap pertama di tahun 2012 hanya 71,91 poin,” kata Asisten Deputi Pengelolaan Sampah KLH Sudirman di Makassar, Selasa 19/2/13.

Saat ekspose penilaian pertama Adipura di Balai Kota Makassar, Sudirman menyatakan, salah satu faktor yang menjadi batu sandungan Makassar sulit mendapat piala adipura yakni keberadaan dan penatan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menurutnya, sejumlah PKL yang menempati pedestrian jalan utama di Kota Makassar menjadi salah satu alasan tim penilai Adipura dari KLH kurang memberikan poin akibatnya, Adipura belum dapat diraih.

Berdasarkan catatan KLH bukan hanya PKL, faktor lainnya seperti penanganan sampah di pasar, drainase, Pelabuhan Soekarno- Hatta, hingga penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa diyakini belum maksimal.

“Penataan PKL di jalan melalui kolektor masih perlu ditingkatkan kebersihannya. Tempat sampah untuk PKL mestinya,” ucapnya seperti dirilis Antara

Sejumlah PKL di Jalan AP Pettarani, kata dia, diyakini membuang sampah di sembarang tempat salah satunya drainase. Akibatnya, drainase dijalan tersebut menjadi dangkal disebabkan penuh dengan sedimen.

“Diminta agar camat dan lurah dapat membantu Dinas Kebersihan agar Makassar bisa meraih Adipura kembali,” harap dia.

Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Muhammad Kasim kepada jurnalis mengatakan, kesadaran PKL dalam menjaga kota dinilai sangat rendah.

Dia menyebutkan, pihaknya telah memberikan dan menempatkan tempat sampah di sejumlah jalan protokol dan pinggir jalan tempat PKL menjual, namun tidak ada kesadaran pedagang dan masyarakat untuk dimanfatkan dengan baik.

“Pedagang kelapa muda di samping Benteng Rotterdam sampahnya berserakan di jalan raya. Banyak kios pedagang di atas drainase sampahnya tidak diperhatikan akhirnya masuk ke drainase. Tapi sampah dan drainase itu wewenangnya Dinas PU,” kilahnya sembari melempar tanggungjawab ke Dinas PU

Kasim mengaku pihaknya telah meninjau taman kota yang sat ini sedang di cat oleh perugas taman. ” Saat imi kami sedang cat tapi belum selesai karena hujan. Kami ingin tingkatkan nilai taman di atas 75,” ucapnya.

Dari 14 sektor yang dinilai, taman kota pada penilaian pertama mendapatkan nilai cukup tinggi yakni 75,49.Taman kota hanya kalah dari hutan kota yakni 80,17, RS/puskesmas 75,77, dan pantai wisata 75,56.

Kasim berharap, nilai lebih taman nanti bisa menutupi apabila ada sektor lain yang kurang.Sebelum penilaian, tambah dia, telah dilakukan pembenahan di TPA Tamangapa serta melakukan penanaman pohon di lapangan Karebosi.

“Meski nilai Karebosi sudah di atas standar penilaian tahap pertama, namun KLH tetap memberikan catatan agar pohon dalam lapangan Karebosi ditambah jumlahnya,” tambahnya (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya