HTTP Status[404] Errno [0]

Ilham Berdoa di Mekkah untuk Kedamaian Makassar

25 February 2013 17:27
Ilham Berdoa di Mekkah untuk Kedamaian Makassar
Ilham Arif Sirajuddin dan Syahrul Yasin Limpo pada suatu kesempatan, mereka sangat akrab. Namun ada pihak lain yang hendak membenturkan kedua pemimpin ini.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Laporan Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin dari Mekkah (1)

Ilham Arif Sirajuddin dan Syahrul Yasin Limpo pada suatu kesempatan, mereka sangat akrab. Namun ada pihak lain yang hendak membenturkan kedua pemimpin ini.

Ilham Arif Sirajuddin dan Syahrul Yasin Limpo pada suatu kesempatan, mereka sangat akrab. Namun ada pihak lain yang hendak membenturkan kedua pemimpin ini.

BugisPos — Waktu menunjukkan pukul enam sore, saat kami tiba di Kota Jedah atau tepatnya Rabu malam (20/2/2013 ) untuk waktu Indonesia. Setelah berihrom, kami langsung menuju Mekah dan langsung mengambil umroh jam 11 malam dan selesai pukul 02.30.

Umrohnya lama karena padat jamaah dan pelataran menyempit oleh karena sedang dalam pembangunan perluasan masjid. Ketika kami di dalam masjid waktu rasanya begitu cepat berlalu.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh, yang artinya sudah masuk waktu menunaikan sholat subuh. Â Kami bergegas untuk menunaikan shalat subuh sekaligus meniatkan untuk menjalankan puasa sunat.

Ada hal yang menarik setiap kami menjalankan puasa di Mekah. Baik itu puasa bulan Ramadhan ataupun puasa sunnat. Ada kenikmatan batin yang tidak bisa kami gambarkan dengan kata – kata hingga setiap pergeseran waktu kami lalui dengan penuh ketakjuban.

Di sepanjang perjalanan udara yang kami tempuh selama sembilan jam lamanya, ada hal yang selalu terbayang di benak kami tentang situasi dan kondisi kota Makassar yang akhir – akhir ini agak terganggu oleh sejumlah peristiwa teror terhadap rumah ibadah.  Saya merasa, ini adalah salah satu ujian terberat selama kepemimpinan kami di Kota Makassar.

Bagi saya, itu adalah perbuatan yang paling keji yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi membangun situasi chaos ditengah kedamaian yang tercipta selama ini. Apapun motifnya, ini sangat mengganggu, jujur saya sangat sedih dengan perkembangan ini.

Betapa tidak, jalinan persaudaraan yang kita bangun, tanpa melihat sekat baik itu agama maupun suku, telah melahirkan noda akibat ulah pelaku – pelaku yang tidak bertanggung jawab itu. Apakah ini untuk merusak hubungan saya dengan saudara – saudara ummat kristiani, saudara – saudara warga keturunan, ataukah untuk merusak hubungan persaudaraan saya dengan Pak Syahrul atau dengan tokoh – tokoh lainnya, itu yang saya tidak tahu.

Kini kami disini menunaikan ibadah umrah, sambil menunaikan kewajiban sebagai penganut agama Islam,tidak lupa saya haturkan doa untuk kedamaian kota kita tercinta, semoga kita dijauhkan dari segala marah bahaya, serta bencana yang tidak kita inginkan. Insya Allah, Makassar akan bergerak menjadi kota terkemuka, jika kita semua bersatu padu, tanpa memandang suku agama maupun golongan, amin.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya