HTTP Status[404] Errno [0]

Laporan Walikota Makassar dari Tanah suci (Hari ke empat) ; Perbedaan Antara Mekkah dan Madinah

25 February 2013 02:23
Laporan Walikota Makassar dari Tanah suci (Hari ke empat) ; Perbedaan Antara Mekkah dan Madinah
Ilham Arief Sirajuddin

BugisPos — Syukur Alhamdulillah, sejumlah prosesi Ibadah Umroh selama empat hari bersama keluarga telah berjalan dengan lancar dan mudah – mudahan ini menjadi spirit baru bagi kami untuk menjalani segala proses hidup selanjutnya.
Selama beberapa kali menunaikan ibadah Umroh, ada perbedaan mendasar yang kami temukan antara kota Mekkah dengan Madinah, utamanya dalam hal prilaku dan karakter masyarakatnya.

Contoh kecil saja dalam hal berlalu lintas. Ketika di Makkah, Ketertiban berlalu lintas
sangat sulit ditemukan disepanjang jalan – jalan di Mekkah. Akibatnya sangat sering kita dapatkan mobil yang baru beli pun terlihat penyot, tabrakan mobil menjadi hal yang biasa disini. Namun ketika masuk di Madinah, suasana tertib serta sejuk oleh keramahan masyarakatnya sangat terasa .
Inilah perbedaan antara Makkah yang Metropolis dan Madinah Agraris

Insya Allah, malam ini kami berencana untuk pulang kembali ke tanah air,dan langsung ke Makassar untuk kembali melaksanakan kewajiban sebagai Walikota Makassar yang diamanahkan kepada kami. Tentunya kami berharap, kepemimpinan kami kedepan semakin dinamis, pembangunan kota Makassar yang begitu pesat selama ini mampu kita jaga ritmenya, bahkan harapan kita Makassar akan semakin jauh berkembang dan maju disaat – saat mendatang.

Selama menunaikan ibadah umroh, kami tidak henti – hentinya memantau perkembangan kota Makassar dari jauh, dan alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kedewasaan masyarakat yang tidak terpengaruh oleh sejumlah gerakan teror yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan mengacaukan kota kita.
Oh yah, dalam satu hari kedepan, jika tdk ada aral, Mahkamah Konstitusi akan mengeluarkan keputusan hasil sengketa pemilihan gubernur sulsel 2013. Pada kesempatan yang berharga ini, kembali saya tekankan, kepada seluruh masyarakat sulsel, termasuk para simpatisan kami untuk memperlihatkan kebesaran jiwa dalam menyikapi apapun yang diputuskan MK. Ini adalah alternatif terakhir kita dalam menuntut keadilan atas sejumlah temuan kecurangan selama proses pilgub berlangsung. Namun sekali lagi, apapun keputusannya, itulah yang terbaik. Selanjutnya, marilah kita bekerjasama dengan semua pihak, demi pembangunan sulsel yang jauh lebih baik kedepan. Saya berharap semangat baru yang telah kita tebarkan secara bersama selama ini jangan pernah hilang, terus dipelihara dan dijaga, karena itulah modal besar bagi kita untuk melakukan perubahan menuju sulsel yang lebih sejahtera kedepan, tentunya dengan bekerja keras dan ikhlas apapun bidang yang kita geluti saat ini (una)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya