HTTP Status[404] Errno [0]

Laporan Walikota Makassar dari Tanah Suci (Hari Ketiga) ; Seperti Ada Sesuatu yang Akan Pergi

25 February 2013 02:22
Laporan Walikota Makassar dari Tanah Suci (Hari Ketiga) ; Seperti Ada Sesuatu yang Akan Pergi
Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Di hari ke tiga perjalanan ibadah umroh, kami diperhadapkan dengan cuaca yang cukup dingin. Suhu disini sangat rendah, sehingga banyak jemaah yang nampak berusaha melawan dingin dengan lebih banyak berjalan dan bergerak untuk menaikkan suhu badan. Situasi ini juga berlangsung ketika kami melakukan tawaf wa’dah. Ibadah ini merupakan suatu proses wajib bagi semua tamu – tamu Allah yg akan meninggalkan kota Macca menuju Madinah. Di saat kami melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah, tiba – tiba saja ada sesuatu yang terasa dingin keluar dari sudut mata kami. Linangan air mata bercucuran tanpa bisa kami bendung seiring dengan hadirnya perasaan seperti ada sesuatu yang akan pergi, seiring semakin dekatnya waktu untuk kami tinggalkan pusaran manusia yang mengelili Ka’bah. Kami yakini juga, perasaan ini dialami hampir seluruh jamaah yang tengah melakukan Tawaf bersama kami.
Saat lafal doa terus menggema di dalam hati, ada satu harapan agar kelak kami masih diberi kesempatan untuk datang kembali bermunajab di rumah Allah yang penuh berkah dan pengampunan ini.

Perjalanan kami tempuh kurang lebih 5 jam untuk sampai di Kota Madinah. Kendati perasaan lelah terus membayangi selama perjalanan panjang ini, namun segera sirna dan pupus tatkala kami bergegas menuju Masjid Nabawi untuk melakukan ziarah ke Makam Rasullah SAW.

Situasi Madinah saat ini sangat padat dan hampir sama padatnya di Macca . Diantara Jamaah dari berbagai suku bangsa, terlihat jamaah Indonesia terbilang cukup ramai. Mungkin hal ini di sebabkan oleh situasi kita kita orang Indonesia, terhadap lama waktu untuk menunggu agar bisa menunaikan ibadah Haji, sehingga banyak yg memanfaakan ibadah Umroh sambil menunggu antrian haji.

Alhamdulillah ada hal yang luar biasa kali ini saat kami melaksanakan ziarah di Masjid Nabawi. Saat hendak melaksankan shalat Tahajud jam 2 malam, seakan ada kekuatan besar yang terus menuntun kami termasuk ketika kami begitu mudahnya mendapatkan tempat di Raodah, persis di sebelah makam Rasulullah, padahal saat itu jamaah sangat padat, dan sangat mustahil rasanya untuk bisa mendekat di Makam Rasulullah. Namun berkat kekuatan besar tadi, tiba tiba saja kami ditunjukkan posisi yang kosong dan sangat lapang untuk melaksanakan shalat.

Bagi kami, kesempatan ini sangat luar biasa, karena sepanjang pengalaman sebelumnya, kami belum pernah bisa mendapatkan posisi shalat yang begitu dekat dengan makam Rasulullah. Praktis perjalanan shalat Tahajjud dan Tasbih serta Zikir selama dua jam terasa sangat singkat dan nikmat.

Mudah - mudahan ini semua menjadi pertanda baik bagi saya dan semua orang yang kami doakan. Dan kelak, dalam perjalanan hidup kami selanjutnya, baik itu dalam keseharian kami sebagai warga biasa,dalam kapasitas kami sebagai walikota Makassar, maupun diposisi kami sebagai ketua Partai Demokrat Sulsel, terbit harapan agar kami di anugerahi kepekaan yang tinggi untuk berbuat yang lebih baik terhadap sesama, diberi kebesaran hati untuk memaafkan, serta diberi jiwa kepemimpinan yang mampu mengayomi semua lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, suku maupun golongan (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya