HTTP Status[404] Errno [0]

Ayam Kampus, Santapan Pengusaha Sampai Menteri

27 February 2013 02:57
Ayam Kampus, Santapan Pengusaha Sampai Menteri
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Di kota Jakarta, para pengusaha sampai pejabat selevel menteri disebut menggemari ayam kampus untuk menyalurkan tekanan syahwatnya. Sinyalemen itu terungkap dari mucikari yang diwawancarai Tempo belum lama ini. “Itu mah sudah biasa,” kata Doni, sang mucikari–bukan nama sebenarnya, beberapa waktu lalu.

Menurut Doni, pengusaha kelas kakap, pejabat dan menteri, modus penyewaannya itu memakai istilah-istilah khusus. Yang jelas, si bos besar tidak akan berkomukasi langsung dengan dirinya. Biasanya ajudan pejabat tersebut yang akan memesan dengan mengatakan: “butuh vitamin nih” atau “aduh bos gue mau berobat”.

Dari kode itu, mucikari biasanya sudah mengerti dan langsung bertransaksi melalui pesan singkat atau pesan BlackBerry. “Gue kasih lihat deh foto-foto ayamnya. Biar milih,” kata Doni yang memelihara 10 ayam kampus.

Ada juga istilah lain, seperti “makan sate” atau “memelihara kambing”. “Makan sate” itu diartikan pejabat memakai ayam kampusnya secara acak, berganti-ganti dalam kurun waktu berbeda. Sementara, kalau “memelihara kambing”, bisa diartikan si pejabat sudah memiliki ayam yang tetap alias simpanan. “Bos-bos dan pejabat ini berani bayar besar. Di atas Rp 10 juta,” ujarnya.

Menurut Nora, mucikari lainnya–bukan nama sebenarnya, pengusaha kelas kakap dan pejabat tinggi negara ini kerap mampir di salah satu tempat hiburan malam di bilangan Gadjah Mada Jakarta Pusat. Tempat hiburan itu memang mahal. Di sana, kata Nora, setiap tamu wajib menyewa ruangan karaoke sesuai dengan harga yang ditentukan. Kategorinya ada kelas standar, suite, superior dan president.

Untuk standarnya saja, tamu harus bayar Rp 3,5 juta cuma untuk biaya buka ruangan. Harga itu, ujar Nora, sudah termasuk dua orang Ladies Club (LC) yang menemani. LC ini menurutnya tidak bisa diajak “kencan” jika tidak ada di perjanjian awal. Jika tamu meminta ayam, maka pihak tempat hiburan akan menggelar kontes seleksi di depan tamu. “Tamu dipersilakan memilih salah satu, bahkan lebih, tergantung kocek,” kata Nora.

Menurutnya tidak semua tamu datang ke tempat hiburan itu datang untuk memenuhi kebutuhan syahwatnya. Ada juga yang cuma minta ditemani LC atau ayam kampus saja. “Ada anak pengusaha terkenal datang. Tidak berhubungan badan, tetapi dia royal memberi tips Rp 10 juta untuk si ayam,” ujar Nora (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya