HTTP Status[404] Errno [0]

RII : Elektabilitas Bupati Wajo Anjlok

02 March 2013 18:15
RII : Elektabilitas Bupati Wajo Anjlok
Elektabilitas Bupati Wajo Burhanuddin Unru semakin anjlok.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Elektabilitas Bupati Wajo Burhanuddin Unru semakin anjlok.

Elektabilitas Bupati Wajo Burhanuddin Unru semakin anjlok.

BugisPos — Elektibilitas dan keterpilihan bupati kabupaten Wajo Andi Burhanuddin Unru anjlok. Bahkan diprediksikan akan “tumbang” pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan September mendatang.

Anjloknya tingkat kesukaan masyarakat kepada Burhanuddin Unru ini disebabkan massifnya penyebaran informasi mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana penganiataan dan penculikan  yang menimpa dirinya.

Koordinator Riset Insert Institute (RII)RII, Eka Damayanti, dalam keterangan persnya, di warkop Toraja, Jl Racing Center, Minggu (24/2). Merilis, Berdasarkan hasil survei yang dilakuan Insert Institute selama tiga hari. Mulai 19-21 Ferbruari lalu, dengan jumlah responden 600 orang yang tersebar  di 14 Kecamatan.

Maka Bupati Wajo Burhanuddin Unru ditempatkan pada posisi kedua, dengan tingkat keterpilihan dan elektabilitasnya mencapai 22,67%.

Sementara diposisi pertama, yakni wakil bupati Wajo Amran Mahmaud dengan tingkat kesukaan dan keterpilihan mencapai 29,33%.

“Saat ini ada 15 figur yang diwacanakan akan maju di pemilihan bupati Kabupaten Wajo. Semuanya memiliki basis. Tapi posisi Amran Mahmud menjadi ancaman bagi bupati saat ini untuk kembali maju diperiode keduanya,” jelasnya Eka kepada wartawan.

Dari beberapa figur yang disebut-sebut ikut dalam bursa pencalonan sebagai kosong satu di Kabupaten Wajo, hanya Amran yang dinilai memiliki tingkat keterpilihan dan kesukaan masyarakat bahkan elektabilitas yang jauh lebih tinggi debandingkan dengan sejumlah rival politiknya termasuk Burhanuddin Unru.

Sementara urutan ketiga berdasarkan hasil survei yang dilakukan Insert Institute, menempatkan Sanusi Karateng berada diposisi ketiga dengan presentase sebanyak 7,17 persen, disusul Andi Safri Modding 3,00 persen serta Yunus Panaungi 2,67 persen.

Kata dia, dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo, Amran Mahmud mengkalim memiliki basis suara di 7 kecamatan secara merata. Sedangkan rival politiknya yang juga merupakan Bupati Wajo hanya mendapatkan dukungan di 6 kecamatan yang tersebar di Wajo.

“Atas dasar penetapan bupati wajo sebagai tersangka dalam kasus pidana dengan tuduhan penganiayaan. Menjadi dasar bagi masyarakat mengalihkan pilihannya kepada Amran Mahmud,” terangnya.

Selain karena persoalan tingginya minat masyarakat Kabupaten Wajo yang menginginkan Ketua DPD PAN Kabupaten Wajo, karena tak terlepas dari sosok dan figuritas Amran yang dikenal sosialis dikalangan masyarakat umum.

“Salah satu faktor inilah juga yang mengantar Amran Mahmud sehingga tingkat keterpilihan serta kepantasanya menjadi tinggi dibandikan dengan kandidat lainnya,” tambah Direktur Insert Institute Muhammad Aris, seperti dikutip dari tribun-timur.com.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan survei yang dilakukan oleh 17 surveyornya di lapangan. Metode yang digunakan adalah proporsional random sampling atau pengambilan respondenya dari 888 TPS yang ada di Wajo. Sementara marging errornya sebanyak 5 persen.

“Hasil survei ini diperoleh berdasarkan fakta yang ada dan tidak ada intervensi dari pihak manapun termasuk bakal calon dari pihak tertentu,” tegasnya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya