HTTP Status[404] Errno [0]

Ilham : Masa Setiap Penilaian Adiupura Kita Kebablasan

05 March 2013 01:30
Ilham : Masa Setiap Penilaian Adiupura Kita Kebablasan
Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin melakukan penyisiran disejumlah lokasi – lokasi yang menjadi titik penilaian oleh tim Adipura, Senin pagi 4/3/13.

Dengan menggunakan sepeda, Ilham melakukan penyisiran disejumlah tempat seperti pasar, drainasi, pelabuhan, benteng Rotterdam, termasuk memantau aktifitas para pedagang kaki lima di ruas jalan AP Pettarani.

” Masa setiap penilaian Adipura kita selalu kebablasan, ada saja titik yang dinilai jorok dan menjadi faktor kita gagal, padahal sebagian besar seperti sekolah dan puskesmas kita selalu terbaik diantara kota lainnya. Makanya pada masa – masa penilaian tahap kedua ini, camat dan lurah tidak boleh terlalu lama duduk dibelakang meja, semua harus di titik penilaian yang ada diwilayahnya untuk memotivasi warga ” ujar Ilham usai berkeliling.

Saat bersepeda, Ilham terlihat sesekali berhenti, seperti saat melintas di depan Benteng Rotterdam, didepan Pelabuhan Soekarno Hatta, serta di beberapa titik yang menjadi obyek penilaian tim Adipura.

Saat mengontrol aparatnya, Ilham terlihat berbicara di pesawat HT dan memberikan perintah termasuk mengecek keberadaan sejumlah camat dan lurah.

” Pak camat, anda dimana saat ini, saya lihat wilayahmu ini banyak sampah, turun dong periksa ” ujar Ilham saat berbicara di HT.

” Sweeping ” yang dilakukan ini berlangsung hingga beberapa jam sebelum kembali di rujab untuk siap – siap berangkat ke kantor Walikota Makassar.

Namun dalam sweeping ini, Ilham juga mengingatkan kepada warga kota untuk turut memungut sampah di tempat – tempat umum.

” Kami selalu ingatkan motto bahwa kalau tidak bisa membersihkan, minimal jangan mengotori. Namun kelihatannya itu belum tersosialisasi dengan baik. Lihatlah anjungan losari, aksesorisnya sudah banyak yang rusak, padahal baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Makanya ayo dong, mari menjadikan ini tanggung jawab bersama, jangan hanya pemerintah yang dibebankan ” jelas Ilham.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Muhammad Kasim mengatakan bahwa penilaian Adipura tahap kedua sudah berlangsung awal Maret ini, dan sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi perhatian khusus oleh pihaknya.

” Kesadaran pedagang kaki lima dalam menjaga kota memang masih sangat rendah. Bayangkan saja, hanya beberapa jam setelah petugas kami melakukan pembersihan disejumlah trotoar jalanan sudah kembali dipenuhi sampah, padahal kita sudah pasang papan bicara disejumlah tempat. Lihatlah di jalan AP. Petta rani, termasuk didepan Benteng Rotterdam, volume sampah sangat banyak kita ambil dari sana ” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, saat berlangsung Ekspose penilaian Adipura di kantor Walikota, disebutkan bahwa Kota Makassar masih membutuhkan poin 75,00 untuk masuk dalam nominasi penilaian tahap kedua yang dilakukan Tim Penilai Adipura Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperebukan piala adipura.
Dalam rapat ini, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah KLH Sudirman menyebutkan bahwa
Pada tahap pertama lalu, Makassar baru mendapatkan poin 71,91 poin (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya