HTTP Status[404] Errno [0]

Khusus Makassar, Jabatan AAB di Demokrat Dinonaktifkan

06 March 2013 12:07
Khusus Makassar, Jabatan AAB di Demokrat Dinonaktifkan
Divisi Informasi dan Komunikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal mengemukakan, kuhsus di Makassar, jabatan Andry Arif Bulu (AAB) sebagai Ketua Desk Pilkada DPD Demokrat dicopot.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Divisi Informasi dan Komunikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal mengemukakan, kuhsus di Makassar, jabatan Andry Arif Bulu (AAB) sebagai Ketua Desk Pilkada DPD Demokrat dicopot.

Divisi Informasi dan Komunikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal mengemukakan, kuhsus di Makassar, jabatan Andry Arif Bulu (AAB) sebagai Ketua Desk Pilkada DPD Demokrat dicopot.

BugisPos — Ketua Desk Pilkada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Andry Arief Bulu, dinonaktifkan dari jabatannya. Namun, keputusan itu berlaku hanya untuk Kota Makassar.

Keputusan ini, menyikapi sikap Andry untuk maju sebagai calon Walikota Makassar dari Partai Demokrat. Hal itu dijelaskan Divisi Informasi dan Komunikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal.

“DPD menonaktifkan Andry sebagai ketua desk pilkada karena dikhawatirkan terjadi konflik interest menjelang Pilwali Makassar 18 September mendatang. Itu karena Pak Andry mau jadi calon juga. Tapi untuk kabupaten lain, Andry tetap,” kata Ical, sapaan Syamsu Rizal di Media Center IA baru-baru ini.

Menurut Ical, Wakil Ketua DPD Sulsel, Nimatullah ditunjuk DPD mengisi posisi tersebut. Dikonfirmasi, Andry yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel membantah jika dirinya dinonaktifkan diposisi strategis tersebut. Menurutnya, ia tetap sebagai ketua desk pilkada Partai Demokrat untuk Kota Makassar.

“Saya tidak dicopot atau pun dinonaktifkan. Ketua desk pilkada tetap saya handle, cuma, nanti kalau fit and propert test calon wali kota, saya digantikan karena tidak mungkin saya uji diri sendiri. Karena saya juga mau maju, pasti ada yang uji saya,” kata Andry Arif Bulu (AAB).

Hal senada disampaikan Nimatullah. Legislator Partai Demokrat DPRD Sulsel ini mengatakan, supaya tidak terjadi konflik interest, maka beberapa tugas Andry diserahkan kepadanya, khususnya dalam penetapan kriteria dan indikator serta dalam penentuan dukungan calon.

Konflik interest yang dikhawatirkan terjadi, seperti dirilis Tribun Timur.com, terkait penentuan calon wali kota Demokrat di Pilwali Makassar, karena Andry akan bertarung dengan sejumlah kader Demokrat lainnya merebut dukungan resmi DPD. Rival Andry di Demokrat, yakni Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali (ARA), Idris Manggabarani (IMB), dan Rahmat Endong Patompo.(gafar)

Â

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya