HTTP Status[404] Errno [0]

Presiden SBY Instruksikan Selesaikan Insiden OKU

09 March 2013 19:57
Presiden SBY Instruksikan Selesaikan Insiden OKU
Kantor Polres Ogam Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dibakar sekelompok oknum anggota TNI.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kantor Polres Ogam Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dibakar sekelompok oknum anggota TNI.

Kantor Polres Ogam Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dibakar sekelompok oknum anggota TNI.

BugisPos — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan penyelesaian segera insiden pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, agar peristiwa itu tidak melebar.

“Cegahlah yang seperti itu, segera atasi, konsolidasi, dan jangan sampai melebar,” kata Presiden Yudhoyono dalam keterangan persnya.

Presiden telah melakukan komunikasi langsung dengan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo terkait konflik antara anggota Polri dan prajurit TNI itu. “Saya tahu Panglima TNI, Kapolri, dan Pangdam telah bekerja (untuk menyelesaikan insiden itu),” katanya.

Presiden juga meminta semua pihak untuk bisa menahan diri dan menyebut insiden itu sebagai “contoh yang kurang baik”.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Julian A Pasha mengatakan bahwa Presiden telah menerima laporan langsung dari Kapolri mengenai insiden itu sekitar pukul 06.00 waktu Hongaria.

Menurut Julian, Presiden memerintahkan Kapolri berangkat ke Ogan Komering Ulu untuk berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Selatan dan Pangdam Sriwijaya.

Saat ditanya mengenai kondisi terakhir, Julian mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan lagi, tetapi tim dari Kepolisian dan Angkatan Darat telah masuk ke lokasi.

“Sekarang masih menunggu hasil investigasi. Dilaporkan masih diselidiki, Presiden masih menungguĂ‚ investigasi dari lapangan,” katanya.

Sebagaimana dirilis KOMPAS.com, diberitakan sebelumnya, empat polisi terluka saat terjadi pembakaran Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Baturaja, Sumatera Selatan, oleh puluhan anggota TNI dari Yon Armed 15, Kamis (7/3/2013).

Keempatnya mengalami luka tusuk. Dua di antaranya kini masih kritis dan dirawat di Palembang.

“Luka-luka empat orang, dua parah dan dirawat,” Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Insiden pembakaran Polres OKU diawali saat sekitar 90 anggota TNI itu mendatangi Polres OKU dengan mengendarai sepeda motor dan truk. Dengan seragam loreng hijau, mereka dilaporkan hendak mempertanyakan kasus tewasnya anggota TNI Januari lalu.

Namun, akhirnya massa membakar gedung Polres dan beberapa mobil polisi di lokasi. Oknum TNI tersebut juga datang membawa sangkur dan melukai empat anggota kepolisian itu. Suhardi menerangkan, hingga saat ini tengah diselidiki siapa yang menggerakkan massa tersebut.

“Oknum TNI sudah ditarik oleh pimpinan dan mereka bergerak tanpa izin pimpinan,” terang Suhardi.

Kejadian ini diduga buntut dari tewasnya anggota TNI Pratu Heru yang tertembak oleh anggota Polres OKU pada Januari lalu. Awalnya, Heru diduga melakukan pelanggaran lalu lintas.

Anggota Satuan Lalu Lintas Polres OKU hendak menindaknya, Heru tidak menghiraukan bahkan tetap melanjutkan perjalanan.Ă‚ Dalam pengejaran, Heru ditembak oleh Polantas tersebut.

“Rencananya akan unjuk rasa damai terkait temannya yang tertembak, tapi jadi tidak terkendali,” ujar Suhardi.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya