HTTP Status[404] Errno [0]

Si Wakil Kepala Sekolah Itu Dikenal Genit

11 March 2013 01:04
Si Wakil Kepala Sekolah Itu Dikenal Genit
Ilustrasi oral seks.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Mantan Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri di Jakarta Timur , berinisial T yang diduga pelaku pelecehan seksual terhadap siswinya dikenal genit, di kalangan alumni sekolah itu. Bahkan guru biologi itu, juga seringkali mencolek-colek siswa perempuan.

“Memang Guru T ini dikenal genit terhadap siswi. Dia sering mennyolek-nyolek,” kata Ketua Alumni SMA 22, Adi Partogi Simbolon usai menemui pihak sekolah, Senin 4/3/13.

Siswa angkatan tahun 2000 ini bersama beberapa rekannya menjadi kuasa hukum si siswi untuk menghadapi kasus pelecehan seksual yang menimpa korban Juni hingga Juli 2012 lalu. Pihaknya juga terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ini merupakan inisiatif alumni yang merasa terpanggil membantu junior yang sedang terkena musibah.

Memang kata Adi, sejak ditunjuk sebagai kuasa hukum, dirinya sudah dua kali bertemu dengan korban. Dari pertemuan itu pengakuannya sama dengan yang telah disampaikan sebelumnya.

Adi juga mengaku menyayangkan lambannya penanganan kasus ini. Padahal semenjak melaporkan pada 9 Februari lalu, baru pada hari ini, rekonstruksi dilakukan. Dikatakan, saat ini, MA sedang lakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) di tempat wisata yang berada di daerah Jakarta Utara.

“Karena penangannya lamban,, kondisi psikologis MA terus menurun. MA kini lebih sering melamun. Maka dia hari diliburkan sekolah,” tambahnya.

DUA LAGI KORBAN

Tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk oleh Komisi Nasional Perempuan dan Anak (Komnas PA), adanya penemuan dua orang lagi yang diduga menjadi korban kekerasan seks oleh pelaku yang sama.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengatakan temuan itu dari hasil penelusuran tim pencari fakta .”Seharusnya memang hari minggu selesai namun karena masih ada data yang harus kita lengkapi, Tim Pencari fakta masih bekerja dan kita masih mendalami untuk mengetahui 2 orang yang mengaku pernah mengalami hal serupa seperti korban MA”, ujar Arist Merdeka Sirait, Senin4/3/13.

Arist melanjutkan nantinya kesimpulan dari hasil yang dilakukan sejak Jumat(1/2) tersebut dijadikan rekomendasi membantu pihak kepolisian menyelesaikan kasus ini. “Jika sudah ada kesimpulan nantinya digunakan untuk membantu pihak Polda yang menangani kasus ini,”lanjut Arist.

Selain itu Arist menambahkan hasil dari tim pencari fakta ini juga akan di rekomendasi ke Gubernur DKI Joko Widodo agar kedepan kasus yang sama di sekolah-sekolah di Jakarta tidak terulang lagi. “Saya sangat berharap kedepan tidak terjadi lagi kasus pencabulan khususnya di lakukan oleh oknum guru,” tambahnya.

Arist Merdeka Sirait mengimbau kepada orang tua lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Selain itu pihak sekolah juga perlu lebih memperhatikan murid-muridnya tidak hanya di bidang pendidikan saja.

Fungsi sekolah bukan hanya proses belajar mengajar saja, tapi perhatian lebih juga dari komunikasi harus dibangun. Begitu pula dengan orang tua juga harus bisa menjadi teman curhat anak sekaligus sebagai teman dan sahabat.

Diberitakan sebelumnya, siswi tersebut telah empat kali menjadi korban tindakan asusila oleh wakil kepala sekolah itu. Dalam melakukan aksinya korban diancam pelaku tidak diberikan nilai dan ijazah. Karena takut korban terpaksa mau melakukan oral seks.

Takut akhirnya siswi itu berusaha menjauh dari wakil kepala sekolah. Telepon dan pesan singkat pelaku tak digubrisnya. Tak tahan dengan sikap sang guru biologi ini, korban kemudian menceritakan peristiwa itu kepada seorang guru lain berinisial Y yang dikenalnya cukup akrab korban.

“Saya nggak punya ayah, ada seorang guru yang dekat, dan saya cerita ke dia. Supaya tidak ada lagi kejadian begini. Saya disarankan untuk lapor ke BK (Bimbingan Konseling),” katanya sambil terisak.

Setelah melapor kepada guru BK, pada 9 Februari silam, keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini hingga sekarang (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya