HTTP Status[404] Errno [0]

Kasus Inpor Daging Sapi, Akmal Pasluddin Diperiksa KPK

16 March 2013 01:32
Kasus Inpor Daging Sapi, Akmal Pasluddin Diperiksa KPK
Andi Akmal Pasluddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kasus suap impor daging sapi, menyeret nama Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andi Akmal Pasluddin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel ini, Jumat 15/3/13.
Akmal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Jurubicara KPK, Johan Budi yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin, mengatakan, Akmal berstatus saksi.

Mengapa sampai jauh-jauh memanggil Akmal? Johan tak menjelaskan secara rinci.

“Ini hanya pengembangan penyidikan,” kata Johan, singkat.

Akmal diperiksa berkisar dua jam. Namun, saat meninggalkan kantor KPK, Akmal tak terlihat di antara para saksi lainnyayang diperiksa, kemarin. Hanya tersangka kasus Hambalang, Anas Urbaningrum yang juga mantan ketua Partai Demokrat dikerubuti para wartawan.

Selain Akmal, penyidik juga kembali memanggil Ridwan Hakim, Anak Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. Dia juga diperiksa sebagai saksi. Dalam perkara ini KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI, Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi sebagai tersangka.

Informasi menyebutkan, seperti dirilis fajar online, pemanggilan Akmal karena namanya kerap disebut dalam transkrip rekaman pembicaraan Ridwan Hakim. Sementara Ridwan salah satu saksi kunci dalam kasus tersebut.

Luthfi dan Ahmad diduga sebagai penerima suap. Sementara Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi diduga berperan sebagai pemberi suap. Dalam transkrip rekaman telepon mereka yang diperiksa ini, kerap disebut nama Akmal.

Akmal yang dikonfirmasi Fajar Media Center kemarin membenarkan pemeriksaan dirinya terkait kasus dugaan suap impor daging tersebut. Namun, dirinya hanya sebagai saksi biasa. Ia bahkan menegaskan, dirinya tidak terlibat sama sekali dalam kasus tersebut.

“Sebagai warga negara yang baik, saya harus datang memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Dalam hal ini saya menegaskan, bahwa saya tidak terkait sama sekali,” kata Akmal di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 15/3/13

Pelbagai pertanyaan yang dilayangkan KPK, dijawab dengan baik oleh politikus PKS ini. Hal ini kata Akmal, dilakukan karena yakin dirinya tidak terseret dalam kasus tersebut. Justru dengan kesaksiannya itu, dapat membantu KPK dalam penegakan hukum di negeri ini.

Kasus suap impor daging sapi itu terkuak setelah KPK menyita barang bukti berupa uang suap Rp1 miliar. Uang itu diduga sebagai panjar dari total Rp40 milliar yang akan diberikan PT Indoguna. Dalam membantu Indoguna, Luthfi diduga menggunakan kekuasaannya sebagai Presiden PKS, mengingat, Mentan Suswono juga merupakan kader PKS (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya