HTTP Status[404] Errno [0]

Suami Istri Satu Kantor, Kehidupan Seksnya Rentan Anjlok

16 March 2013 03:34
Suami Istri Satu Kantor, Kehidupan Seksnya Rentan Anjlok
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Suami istri yang sama-sama bekerja memang dapat menjamin kehidupan rumah tangganya bahagia dan sejahtera karena tak pernah bermasalah dengan finansial. Tapi nyatanya harus ada yang dikorbankan yaitu kehidupan seksual mereka dan kondisi ini tak dapat didiamkan begitu saja.
Sebab setelah menikah dan disibukkan dengan pekerjaan, urusan keluarga dan anak-anak, pasangan seperti kehilangan keintiman dan kreativitas mereka di atas ranjang.

“Kesenangan dan antusiasme akan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Hingga pada satu titik, takkan ada lagi foreplay. Kelelahan dan stres telah membebani pasangan hingga kehidupan seksualnya menjadi berantakan,” terang pakar seks Dr. Mahinder C. Watsa.

“Diperkirakan terjadi penurunan aktivitas seksual hingga sebesar 65 persen pada pasangan yang sering mengeluhkan sejumlah hal. Jam kerja yang panjang, kehidupan yang sibuk serta tinggal di rumah yang kecil dengan anak yang ‘terpaksa’ tidur bersama orangtua merupakan sejumlah alasan terjadinya penurunan aktivitas bercinta pada pasangan,” timpal psikolog, Seema Hingorranny.

Kalaupun ada pasangan yang masih mencoba mempertahankan rutinitas bercinta, mereka takkan lagi seantusias di awal pernikahan. Itu hanya akan jadi kebiasaan tapi tidak mendekatkan pasangan, baik secara fisik maupun emosional.

Lagipula penurunan aktivitas seksual dapat menyebabkan depresiasi hubungan. “Ketika hal ini terjadi, kedua pasangan bisa saja mengalami gangguan psikologis lalu muncullah keinginan untuk berselingkuh. Bahkan salah satu atau kedua pasangan akan terpuruk dalam depresi jika tak bercinta dalam waktu yang lama,” tandas Hingoranny seperti dilansir detik.com dari timesofindia, Jumat (15/3/2013)

Untuk itu, kedua pasangan perlu sama-sama berupaya keras agar dapat mengatasi masalah tersebut. Dr. Watsa pun menyarankan agar pasangan meluangkan waktu tersendiri untuk bercinta dan terus menghidupkan keintiman. Tapi pasangan harus memastikan bahwa aktivitas seksual mereka itu bukanlah hanya rutinitas yang membosankan.

“Pagi hari selalu menjadi waktu yang tepat untuk bercinta, terutama karena kedua pasangan masih segar. Atau Minggu sore ketika kondisi Anda dan pasangan sedang sangat rileks. Selain itu, sepanjang malam hari di akhir pekan juga dapat Anda gunakan untuk kencan dan mengembalikan keintiman berdua,” saran Dr. Wasta.

Karena yang mengalami kondisi ‘stuck’ seperti ini biasanya pasangan yang telah menikah selama beberapa tahun, maka para pakar percaya setidaknya pasangan ini memiliki kadar kepercayaan dan familiaritas atau keakraban tertentu yang dapat membantu mereka agar dapat berbagi tentang berbagai aspek seksualitas satu sama lain.

Misalnya dengan berbagai fantasi seks lalu kembangkan sendiri metode bercinta seperti apa yang ingin dicoba oleh kedua pasangan sehingga aktivitas seksual kembali menggairahkan.

Simak juga tips lain untuk mengembalikan keintiman pasangan yang mulai jarang bercinta akibat sibuk bekerja, misalnya:

– Lupakan jika Anda adalah pasangan suami istri untuk sementara. Berimajinasilah bahwa Anda tengah berselingkuh dengan orang lain, yang sebenarnya pasangan Anda sendiri.

– Ciptakan ruang dan waktu tersendiri untuk aktivitas seksual. Jauhkan anak-anak dari kamar tidur Anda pada waktu-waktu khusus yang telah Anda berdua tentukan itu. Anda atau pasangan akan mendapatkan keuntungan tersendiri jika bisa menghabiskan waktu yang berkualitas bersama.

– Ubah penampilan menjadi semenarik mungkin dan membuat pasangan mengingatkan Anda. Bisa Anda mulai dengan membeli baju tidur yang tidak biasa seperti lingerie atau yang cukup transparan dan lihatlah seberapa cepat si dia terangsang (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya