HTTP Status[404] Errno [0]

Kenal di Facebook, Siswi SMK Diperkosa Ramai-ramai

18 March 2013 02:38
Kenal di Facebook, Siswi SMK Diperkosa Ramai-ramai
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

NR (15) siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Timur, menjadi korban perkosaan oleh sejumlah pemuda. Peristiwa mengerikan itu terjadi di sebuah kebun singkong. Setelah diperkosa di kebun, korban kemudian mengalami peristiwa serupa di gubuk yang tidak jauh dari kebun singkong.

Putut menjelaskan, korban mengenal pelaku lewat situs jejaring sosial Facebook. “Sampai suatu ketika, pelaku inisial B bertemu dengan korban. Kemudian korban diajak pelaku B ke sebuah gubuk yang di sana sudah berada belasan teman pelaku B lainnya,” tutur Putut.

Ketika, teman-teman pelaku B berada di gubuk, pelaku B mengajak korban untuk masuk ke sebuah kebun singkong yang terletak 15 meter dari gubuk tersebut.

“Di kebun singkong, pelaku meminta korban untuk melakukan tindakan asusila,” ucapnya lagi.

“Setelah selesai, korban dan pelaku kembali ke gubuk. Dan pelaku B meninggalkan korban di gubuk untuk pergi beli rokok dan air mineral,” lanjut Putut.

Saat pelaku B pergi, tutur Putut, muncul keinginan teman-temannya untuk melakukan perbuatan asusila, lalu terjadilah peristiwa tersebut.

“Jadi secara beramai-ramai tindakan asusila tersebut terjadi. Dari sekitar pukul 11.45 WIB sampai pukul 15.00 WIB,” ucap Putut lagi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita hasil visum, kaos putih bermotif hitam, jeans panjang warna biru. “Kemudian saksi yang diperiksa ada 12 orang,” ucap Putut.

Sehari setelah kejadian, korban pun melaporkan tindakan kekerasan seksual yang dialaminya ke Mapolres Jakarta Timur, namun karena kondisi korban yang mengalami trauma, hingga kini korban tengah dirawat di RS Polri Kramatjati.

Diamankan 14 Orang

Kepolisan Resort (Polres) Jakarta Timur mengamankan 14 orang pemuda yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap NR. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, penangkapan 14 pemuda ini berawal dari laporan seorang ibu yang mengatakan anaknya telah mengalami kekerasan seksual pada Senin 11/3/13 lalu.

“Setelah mendapatkan laporan, kami terus mempelajari, dan melakukan pengamanan pada satu orang yang diduga pelaku utama,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis 14/3/13.

Mulyadi mengatakan, dari ke-14 pemuda yang diamankan, ada enam orang yang dinyatakan sebagai terperiksa, sedangkan delapan orang lainnya masih berstatus saksi.

“Kan enggak semuanya melakukan, makanya kami masih melakukan pemeriksaan. Kita kita pilah-pilah masing-masing orang itu,” lanjut Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, saat ini dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait kronologi kasus dugaan pemerkosaan ini. Namun dia berjanji secepatnya akan mengungkap identitas 14 pria tersebut jika pemeriksaan sudah selesai.

Seperti diberitakan sebelumnya, NR (15), seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Jakarta Timur, mengalami trauma dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Gadis malang tersebut diduga menjadi korban pemerkosaan. Dia mendapat perawatan dari 5 dokter sejak Selasa (12/3).

Salah satu Dokter yang menangani NR, Dr Arif Wahyono mengungkapkan, hasil diagnosa dokter pertama menunjukkan bahwa korban telah mendapatkan tindakan kekerasan seksual dan penganiayaan di beberapa bagian tubuhnya.

“Secara umum, fisiknya baik, namun mental dan psikisnya memang agak terganggu. Dan ditemukan bekas kekerasan di alat kelaminnya serta ada luka di bagian tubuh lainnya,” ujar Arif yang merupakan seorang Dokter Spesialis Forensik RS Polri, saat ditemui wartawan, Rabu 13/3/13.

Trauma

NR mengalami trauma mendalam di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur. S, ibu korban saat ini terlihat masih terpukul atas apa yang menimpa putrinya ini. S yang juga seorang guru belum mau banyak komentar terkait dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh teman facebook yang dikenal oleh anaknya beberapa waktu lalu.

“Saya belum bisa komentar apa-apa dulu, kondisi anak saya saat ini masih belum stabil,” ujarnya saat ditemui merdeka.com di RS Polri, Kamis 14/3/13

S mengatakan, masalah ini sepenuhnya sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini. S mengaku sudah melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Jakarta Timur pada Senin (11/3) lalu.

“Sudah lapor, kami keluarga menyerahkan sepenuhnya pada polisi,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni membenarkan adanya kejadian ini. Mulyadi mengatakan anggotanya telah mengamankan 14 orang pria yang diduga melakukan tindak kekerasan seksual pada NR.

“Benar, sudah kami amankan 14 orang. Ada enam yang diperiksa, delapan lainnya hanya sebagai saksi,” ujarnya saat dikonfirmasi (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya