HTTP Status[404] Errno [0]

Terkait Aksi 25 Maret, KSAD Jamin Tak Ada Kudeta SBY

22 March 2013 01:17
Terkait Aksi 25 Maret, KSAD Jamin Tak Ada Kudeta SBY
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo menegaskan, tidak akan ada upaya menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo menegaskan, tidak akan ada upaya menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo menegaskan, tidak akan ada upaya menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

BugisPos — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Marciano Norman berharap unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta pada Senin (25/3/2013) berjalan tertib. Unjuk rasa itu, kata Marciano, akan menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun dari jabatannya.

“Tanggal 25 Maret memang ada yang berencana unjuk rasa yang tuntutannya adalah menurunkan Presiden. Silakan berjalan sepanjang mampu untuk mengendalikan massa dengan baik, mereka tidak anarkis, dan tidak berbuat di luar hal kepatutan,” kata Marciano di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/3/2013).

Marciano mengingatkan kepada mereka yang akan berunjuk rasa bahwa ada aturan untuk mengangkat atau menurunkan Presiden. Dia memastikan tidak ada upaya kudeta dari pasukan bersenjata.

Ketika ditanya bagaimana perkiraan BIN terkait aksi pada 25 Maret, Marciano menjawab, “Analisis kami unjuk rasa tetap berjalan, tapi Insya Allah semua terkendali.”

KSAD Jamin Tak Akan Ada Kudeta

Sementara itu, seperti dikutip dari KOMPAS.com, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo menegaskan, tidak akan ada upaya menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Menurutnya, kudeta hanyalah isu yang dikembangkan.

“Kudeta biasanya memang datang tuduhannya dari tentara, tapi Angkatan Darat tidaklah. Saya sampaikan pada semua yunior, kudeta adalah hal yang tidak baik,” kata Pramono di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013).

Ia mengatakan, sejak awal Presiden dipilih melalui proses demokrasi. Untuk itu, ia berharap pergantian kepemimpinan melalui proses yang sama dan dapat berjalan baik.

“Kalau boleh saya memohon, laluilah aturan sesuai dengan yang berlaku (demokrasi), kan sudah kesepakatan. Dan Angkatan Darat tidak akan melakukan itu (kudeta), saya jamin itu,” terangnya.

Pramono mengaku telah meminta seluruh jajarannya untuk menjauhkan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, termasuk pihak lain yang membuat isu kudeta. “Saya juga minta bagi mereka yang tidak memegang senjata, janganlah mengembangkan isu kudeta, jangan memberi cerita pada anak cucu kita berita yang tidak baik,” katanya.

Pekan lalu, Presiden SBY juga mengundang mantan Komandan Komando Prabowo Subianto dan tujuh jenderal TNI.

Semua tamu SBY itu sepakat mengatakan akan mendukung pemerintahan hingga akhir masa pemerintahannya tanpa ada gonjang-ganjing politik. Presiden juga sempat meminta kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar jalur demokrasi.

Presiden juga meminta kepada mereka agar jangan ada upaya untuk membuat Pemerintahan terguncang.

“Saya hanya berharap kepada para elit politik dan kelompok-kelompok tertentu agar tetap berada pada koridor demokrasi. Tetapi kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjing negara kita, untuk membuat Pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita,” kata Presiden SBY.(gafar)

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya