HTTP Status[404] Errno [0]

Wiranto dengan Telur Ikan

28 March 2013 06:46
Wiranto dengan Telur Ikan
Wiranto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Seberapa mahal makanan yang pernah Anda makan dalam satu piring? Kalo hanya hitungan satusan ribu rupiah per porsi, itu biasa. Namun kalau sampai Rp 5 juta/porsi mungkin bisa membuat geleng-geleng siapa saja.
Apalagi kalau satu porsi itu hanya dalam ukuran mangkok kecil, lebih kecil dari semangkok bakso.

Nah, Mantan Pangab Jenderal (Purn) Wiranto mengaku sempat merasakan makanan itu saat menjadi ajudan Presiden Soeharto pada era 90an. Namun, Wiranto kurang sreg meski makanan itu sangat mahal. Ia justru teringat Nasi Rawon Mbah Lemu di Malang yang ia bilang lebih enak.

“Saat saya ke Jepang, menunya menu makanan Jepang. Saya tanya, yang paling mahal yang mana. Setelah disajikan kecil sekali barang itu, Caviar namanya. Ternyata mahal. Sekali dimakan, hilang. Nasi Rawon Mbah Lemu di Malang lebih enak. Namanya juga orang desa seperti saya,” kata Wiranto, dalam Kuliah Umum Soegeng Surjadi Syndicate (SSS) di di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Caviar memang terkenal menu yang supermahal untuk ukuran orang biasa. Saat ini, satu porsi Caviar dapat mencapai Rp 5 juta / mangkok kecil. Caviar merupakan telur ikan terubuk (sturgon fish) yang diasinkan.

Caviar menjadi mahal karena sang ikan butuh waktu 10 tahun untuk menghasilkan telur tersebut. Terlebih, ikan terubuk merupakan spesies yang dilindungi sehingga berhati-hati saat menangkap.

Kenikmatan lain yang Wiranto peroleh saat dekat dengan Istana yakni berbagai fasilitas mewah seperti sedan mewah anti peluru, dengan kaca setebal 5cm. Karena begitu nyaman dan kedap suara, dia sampai tidak tahu bahwa mobil sudah dinyalakan tanpa terdengar bunyi mesin.

“Saya tanya ke sopir, ini sudah di-starter belum, kok nggak bunyi, mobil tidak kedengaran. Artinya memang enak. Apalagi ajudan berada di depan, presiden di belakang saya,” tuturnya seperti dirilis detik.com

Wiranto lantas mengambil kesimpulan bahwa kenikmatan yang dia dapatkan bersifat sementara. Bahkan, begitu memakan makanan Jepang itu, dia merasa lebih nikmat makanan kampung.

“Jangan terkecoh dengan fasilitas, karena hanya berupa instrumen bagi seorang presiden agar fokus atas tugas yang dilakukannya,” lanjut dia (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya