HTTP Status[404] Errno [0]

Daniel Katto,Bergelut di Perpustakaan

29 March 2013 02:10
Daniel Katto,Bergelut di Perpustakaan
Daniel Katto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Daniel Katto, SE,MM, putra Tana Toraja kelahiran 4 April 1965 ini, mulai menjabat Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar, sejak 21 Oktober 2009. Â Tiga item tugas dan tanggung jawab yang dia emban, memang bukan kerja gampangan. Di unit kerjanya ini, dia mesti menata kearsipan pemerintah kota, mengembangkan perpustakaan hingga ke tingkat kelurahan ; dan juga mengelola data elektronik. Tiga komponen tugas, yang gampang-gampang susah.

Daniel Katto tamat SD tahun 1979, tamat SMP tahun 1982, dan tamat 1985. Tiga jenjang pendidikannya ini diselesaikan di tator. Lalu dia selesai S1 di UKIP Paulus, Makassar tahun 1990, dan S2 di STIEM tahun 2007.

Daniel yang murah senyum ini, memulai kariernya sebagai CPNS tahun 1991 di Bappeda Makassar, setahun kemudia dia jadi PNS dan tetap berkutat di Bappeda.

Tahun 1995, Daniel diangkat jadi Kaur Keuangan di kantor Pusat Data Elektronik (PDE) Kota Makassar. Berikutnya menjadi Kasi Telematika PDE tahun 1997, kemudian menjadi Kasi Pengolahan Data PDE tahun 2001. Tahun 2005, PDE dilebur menjadi kantor Arsip Daerah, dan Daniel menjabat Kasi Pengolahan Data pada kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data (KAPPD). Tahun 2009 dia menjadi plt kepala kantor, selanjutnya tahun 2009 dia dilantik menakhodai KAPPD Kota Makassar sampai sekarang.

Kata Daniel, Undang-undang no.43/2007 tentang perpustakaan pasal 8 ayat (a) menyebutkan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkewajiban menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan daerah. Karena itulah KAPPD di bawah kendali Daniel, tengah digenjot agar pada 143 keluharan seluruhnya segera memiliki perpustakaan atau rumah baca.

Kini sudah terdapat 67 taman baca yang tersebar di 42 kelurahan, dengan buku bacaan 170 ribu eksamplar. Tiap tahun di Makassar dibutuhkan 3000 buku, kata Daniel. Melayani seluruh rumah baca ini, kata Daniel, instansinya menggunakan tenaga PNS 28 orang, kontrak 30 orang dan sukarela 82 orang.

Apa yang jadi tantangan bagi Daniel dalam mengembangkan perpustakaan ? Atara lain, katanya, ialah soal sarana. Masih sejumlah rumah baca menempati rumah warga. Bila warga bersangkutan tiba-tiba membutuhkan rumahnya, maka otomatis harus segera dicarikan jalan keluarnya, yang tentunya terkait soal biaya.

Satu hal yang menjadi harapan Daniel Katto, ialah bagaimana pimpinan pemerintahan kelurahan dan kecamatan dapat memberikan support yang baik bagi perkembangan perpustakaan di wilayahnya masing-masing (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya