HTTP Status[404] Errno [0]

Kongres di Makassar, Langkah Mundur

02 April 2013 23:00
Kongres di Makassar, Langkah Mundur
Fuad Bachmid
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Beberapa Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di KTI yang tergabung dalam Eksponen Lintas Aktivis Kawasan Timur Indonesia (EKS KTI) menilai rencana beberapa orang tokoh yang menginisiasi kegiatan Kongres Perhimpunan Indonesia Timur (PIT) pada tgl. 20 Mei 2013 di Makassar, merupakan langkah mundur untuk menegakan semangat Nasionalisme dalam bingkai NKRI, padahal pada era sekarang ini justru semangat persatuan dan kesatuan harus di junjung tinggi meskipun masih terjadi ketimpangan dalam masalah pembangunan.

“ Kongres PIT bisa jadi menimbulkan efek dikotomi wilayah antara Timur dan barat, padahal masalah ini semestinya dapat dihindari agar tidak terjadi gesekan antar wilayah” Tegas, Juru Bicara EKS KTI, Fuad Bachmid, di Jakarta (Selasa, 2/4).

Ketua Umum Pengurus Pusat” Perhimpunan Simpul Aktivis Se-Indonesia (PERSIRA) ini menambahkan, bahwa tak bisa dipungkiri saat ini pemerintah belum maksimal dalam melaksanakan program kesejahteraan rakyat secara menyeluruh diseluruh wilayah bahkan cenderung KTI semakin tertinggal dibanding wilayah lain, akan tetapi hal itu tidak harus membuat kita untuk menciptakan dikotomi wilayah karena dengan sendirinya kita sudah ikut memarginalkan posisi KTI di mata publik wilayah lain.

“Kami sangat memahami bahwa pembangunan di KTI masih belum berjalan sesuai dengan harapan public KTI, Padahal KTI merupakan penyumbang terbesar APBN kita, tapi kenyataannya pembangunan di KTI masih belum maksimal, akan tetapi hal itu tidak mesti membuat kita untuk memarginalkan posisi KTI di mata Publik daerah lain” Ungkap Fuad yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Committee Transparency (INDOTRANS) ini.

Olehnya itu pihaknya meminta agar penyelenggara kegiatan tersebut perlu mempertimbangkan lagi ending dari kegiatan tersebut yakni dengan menentukan format yang lebih strategis yang bisa mengakomodir semua pihak dan tidak terkesan menciptakan dikotomi wilayah.

“Jika tidak terkesan menciptakan dikotomi wilayah, maka kami pun bisa melibatkan teman-teman dari daerah lain diluar KTI untuk mendukung apapun yang menjadi keputusan Kongres PIT” Harap Fuad.

Bahkan Fuad melanjutkan bahwa dia akan berkoordinasi dengan perwakilan beberapa Lembaga yakni : Ikatan Lembaga Mahasiswa FISIP Se-Indonesia (ILMISPI) SE-KORWIL KTI akan mengkonsolidasikan ini dengan BEM-BEM FISIP Se-KTI, dan tak hanya itu, pihaknya juga Mengkonsolidir teman-teman dari Perhimpunan Simpul Aktivis Indonesia (PERSIRA) SE-KTI Dan Organisasi Kedaerahan untuk berada pada satu tujuan yakni Mendorong Pemerataan Pembangunan khususnya tidak menganaktirikan KTI sebagai penyumbang terbesar APBN.

“Yang terpenting adalah Persatuan Nasional tetap di jaga (Bukan persatuan kawasan timur atau Kawasan Barat) “Tutup Fuad (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya