HTTP Status[404] Errno [0]

Survey LSI, Ical-Jokowi Ungguli Megawati-JK

05 April 2013 08:39
Survey LSI, Ical-Jokowi Ungguli Megawati-JK
Survey LSI menempatkan Ical-Jokowi merupakan pasangan Capres dan Cawapres terkuat.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Survey LSI menempatkan Ical-Jokowi merupakan pasangan Capres dan Cawapres terkuat.

Survey LSI menempatkan Ical-Jokowi merupakan pasangan Capres dan Cawapres terkuat.

BugisPos — Duet Aburizal “Ical” Bakrie dengan Joko Widodo diperkirakan akan menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden terkuat. Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ical-Jokowi mengungguli pasangan Megawati Soekrnoputri-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan, komposisi pasangan calon presiden dan wakil presiden itu dibuat dengan merujuk pada dua indikator.

“Pertama, aturan dalam undang-undang pemilu mengenak syarat minimal dukungan partai atau koalisi partai dalam mengajukan capres dan cawapres. Kedua, realitas perolehan suara partai itu sendiri dalam Pileg,” ujar Adjie, dalam jumpa pers di Jakarta, belum lama ini.

Dalam Undang-undang Pemilu nomor 42 tahun 2008, syarat pencapresan yakni partai atau gabungan partai yang memenuhi minimal 25 persen suara sah pemilu atau 20 persen kursi parlemen. Menurut Adjie, jika syarat tersebut tidak berubah, maka hanya ada tiga skenario koalisi pencapresan yang akan terjadi pada Pemilu 2014 nanti.

“Ada tiga koalisi yakni poros Golkar dan koalisinya, poros PDI-P dengan koalisinya, dan Partai Demokrat dan atau Partai Gerindra dengan koalisinya,” ujar Adjie, seperti dirilis KOMPAS.com.

Partai Golkar, lanjutnya, sudah menetapkan Aburizal Bakrie sebagai capres. Sedangkan cawapres untuk Ical, Adjie mengatakan, sudah ada beberapa tokoh internal Golkar yang mencalonkan Jokowi dan Mahfud MD.

“Jika dua nama tersebut bersedia, maka Golkar dan Ical akan lebih memilih Jokowi daripada Mahfud MD. Jokowi dipilih karena popularitasnya,” katanya.

Sedangkan untuk poros PDI-P dan koalisinya, Adjie mengatakan, hanya Megawati yang berpeluang besar dicalonkan oleh PDI-P. Sementara untuk cawapres bagi Megawati, kata Adjie, JK masuk sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan PDI-P.

“Selain memiliki kedekatan antara dua tokoh itu, Jusuf Kalla juga bisa melengkapi syarat minimal dukunhan pencapresan yang dibutuhkan PDI-P karena JK dikabarkan mulai digadang-gadang PPP sebagai capres,” ujarnya.

Untuk poros Partai Demokrat, Adjie menilai, saat ini belum ada kader internal yang menonjol yang bisa diusung Partai Demokrat sebagai calon presiden.

“Bisa saja Partai Demokrat akan mendukung capres dari partai lain dan hanya menggaransi posisi cawapres,” katanya.

Di sisi lain, kata Adjie, Prabowo yang diusung Partai Gerindra sebagai capres masuk dalam kandidat terkuat. “Jika SBY berkeinginan tetap menjaga trah militer dalam kepemimpinan nasional, maka Prabowo adalah kandidat kuatnya,” ujar Adjie.

Untuk cawapres bagi Prabowo, Adjie mengatakan, mantan Pangkostrad itu mulai membangun komunikasi politik dengan Hatta Rajasa yang diusung PAN sebagai capres. “Namun akan realistis jika melihat hasil pemilu, PAN tidak mendapat suara signfikan sehingga pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang mungkin muncul di luar kekuatan poros Golkar dan PDI-P. Kedua pasangan ini juga mungkin direstui SBY,” ucap Adjie.

Ical-Jokowi berada di peringkat pertama dengan 36 persen, Megawati-JK 22,9 persen, dan Prabowo-Hatta 10,1 persen. Adapun, survei ini dilakukan pada tanggal 1-8 Maret 2013 dengan menggunakanmetode multistage random sampling.

Jumlah responden 1.200 orang yang tersebar di 33 provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan proses wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti focus group discussionindepth interview, dan analisis media. Sementara, margin of error  +/- 2,9 persen.(gaf)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya