HTTP Status[404] Errno [0]

Heboh … Guru dan Penjaga Sekolah Cabul

07 April 2013 12:36
Heboh … Guru dan Penjaga Sekolah Cabul
Ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Ranta, seorang penjaga sekolah swasta di Bandar Lampung, mencabuli tiga orang siswi di bawah umur. Ranta kini harus mendekam di balik jeruji besi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Nurochman mengatakan, Ranta melakukan pencabulan terhadap ketiga siswi di sebuah ruang kelas seusai jam belajar pada Maret lalu. “Tersangka pura-pura ingin memberikan les, lalu melakukan pencabulan,” ujarnya saat ekspos di Mapolresta Lampung, Jumat (5/4/2013).
Ia mengutarakan, usai melakukan pencabulan, Ranta, seperti dirilis tribunnes.com, memberikan uang sebanyak Rp 5.000 dan Rp 10.000 kepada para korbannya. Beruntung perbuatan pria berumur 59 tahun ini ketahuan para orangtua korban.
Guru Cabul
Lain lagi yang terjadi di Garut. Setidaknya lima siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Garut Kota diduga menjadi korban pelecehan guru olah raga di sekolah tersebut. Para orang tua siswi pun melaporkan perilaku oknum guru tersebut kepada polisi. Sedangkan para siswi korban pelecehan mengalami trauma dan enggan bersekolah.
Seorang korban pelecehan, NW (18), mengatakan guru olah raganya, DD, melakukan pelecehan pada dirinya seusai pelajaran olah raga sekitar seminggu lalu. Tidak hanya dirinya, kata NW, sejumlah siswi lainnya di sekolah tersebut mendapat perlakuan sama dari DD pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.

“Dia mengancam kalau aku bilang sama mama, mama akan dipenjara. Tadinya aku bilang ngga mau. Aku disuruh buka baju akunya ngga mau. Tapi karena diancam, baju dibuka. Badan diraba-raba semua,” kata NW di rumahnya di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (15/3/2013).

Menurut penyandang tuna grahita ini, sejumlah siswi satu per satu dipanggil masuk ke kelas secara bergantian oleh DD untuk dilecehkan. DD ujarnya, melakukan hal tersebut terhadap siswi-siswi lainnya dengan ancaman yang sama.
Ibu NW, Herlina (40), mengatakan mendapat kabar tersebut dari kepala sekolah dan sejumlah guru yang mendatangi rumahnya. Herlina mengatakan terkejut setelah mendegar cerita tersebut.

“Saya langsung melaporkan guru cabul itu ke polisi. Melapor bersama orang tua-orang tua yang anaknya dicabuli juga. Saya ingin dia dihukum berat, dikeluarkan dari sekolahnya,” ucap ibu NW.

Herlina mengatakan setelah berkomunikasi dengan orang tua korban lainnya, korban oknum guru ini ternyata tidak hanya anaknya yang berasal dari kelas 1 SMA, namun juga dari kelas 6 SD, Kelas 2 SMP, dan Kelas 3 SMP.
Menurut Herlina, sejak dilecehkan, anaknya ini enggan masuk ke sekolah seperti biasanya. Sebab, NW merasa malu dan takut. Anaknya membutuhkan waktu untuk bisa beraktivitas seperti biasa.

Humas SLBN 2 Garut Kota, Agus, mengatakan belum bisa memastikan kebenaran tentang pelecehan yang dilakukan DD. Sebab, para orang tua siswa baru melaporkannya pada polisi dan belum ada tindak lanjut.
“Menurut anak-anak, yang melakukannya guru pelajaran olah raga. Kepala Sekolah sudah bebas tugaskan yang bersangkutan. Sementara ini ada lima siswi yang orang tuanya melaporkan,” kata Agus.

Dari informasi yang dihimpun, Polres Garut masih menyelidiki kasus pelecehan yang dialami lima siswi SLB tersebut. Bila terbukti, DD bukan hanya kehilangan pekerjaannya sebagai guru, melainkan juga dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya