HTTP Status[404] Errno [0]

Makassar Pioner Penanggulangan Kemiskinan

07 April 2013 12:33
Makassar Pioner Penanggulangan Kemiskinan
Pemukiman kumuh di Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat menetapkan Kota Makassar sebagai pilot project disentralisasi kebijakan program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Di regional Sulawesi, Selain Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Luwu Utara juga terpilih sebagai daerah yang akan dirancang oleh pemerintah Pusat sebagai pioner dalam merumuskan konsep kinerja pewujudan kesejahteraan rakyat yang holistik hingga ketingkat terbawah.

Hal ini diungkapkan oleh fakhrvlsyah Mega, kordinator SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation) saat audiens dengan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin di ruang kerja Walikota, Jumat 5/4/13.

Dalam pertemuan ini, juga hadir Wakil Bupati Luwu Utara, Hj Indah Putri Indriani, Kepala Bappeda Maros, Andi Dainuri, serta Kepala Bappeda kota Makassar, Ibrahim Saleh.

SAPA adalah program Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat melalui Deputi Penanggulangan Kemiskinan & Pemberdayaan Masyarakat bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di tingkat nasional dan daerah, serta pemerintah daerah yang berbentuk kemitraan dalam penanggulangan kemiskinan.

“Ketiga daerah ini akan menjadi Pilot project disentralisasi kebijkan program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jadi ini merupakan suatu rencana besar yang dirancang Menko Kesra dalam mendorong ketiga daerah ini menjadi pioner dalam merumuskan satu indikator kinerja kesejahteraan rakyat sampai ketingkat desa “ papar Fakhrvlsyah Mega saat berbicara dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, dalam program ini, pemerintah pusat akan membantu menyiapkan infranstruktur kelembagaan serta infranstruktur database kemiskinan sehingga kondisi kemiskinan mudah trdeteksi hingga ketingkat masyarakat terbawah.

“ Di kawasan timur, kami pilih kota Makassar karena posisinya sebagai kota sentral KTI, sedangkan Luwu utara merupakan kawasan yang masih cukup marginal dan baru berkembang, sehingga ketika daerah ini mengalami perkembangan akan menjadi magnet bagi daerah daerah lainnya,. Sedangkan Kabupaten Maros memiliki posisi strategis yang berdampingan langsung dengan kota Makassar sehingga menjadi kota pendamping bagi makassar, termasuk dalam hal mengantisipasi persoalan urbanisasi yang banyak masuk ke kota Makassar “ ujar fakhrvlsyah Mega.

Kerjasama Menko Kesra dengan Pemkot Makassar dalam hal pengentasan kemiskinan  telah berlangsung sejak 2008 lalu. “ Sebenarnya ini sudah terjalin sejak 2008 lalu, dan tahun ini sudah masuk fase yang kedua. Di targetkan pada tahun 2015 program ini rampung, dan ketiga daerah ini sudah memiliki program database kemiskinan yang menjadi rujukan bersama seluruh daerah di Indonesia “ jelasnya.

Sementara itu, Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjelaskan bahwa kerjasama ini selaras dengan konsep IASmo bebas dengan jaminan bagi masyarakat Makassar dari lahir sampai mati.

“Fenomena masyarakat perkotaan, termasuk masalah urbanisasi memang menjadi persoalan sosial yang setiap saat menjadi ancaman. Ini pula yang menjadi dasar pijakan untuk menyusun regulasi yang lebih strategis. Kebijakan bebas biaya dari lahir sampai mati atau IASmo bebas sejauh ini cukup strategis dalam membantu masyarakat kita dalam pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya warga kita yang kurang mampu “ ujar Ilham.

Menurut Ilham, terpilihnya Makassar sebagai percontohan dalam program pengentasan kemiskinan patut diapresiasi semua pihak (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya