HTTP Status[404] Errno [0]

Agar Jaya : Saya Hanya Berdiskusi dengan Jaksa

08 April 2013 01:20
Agar Jaya : Saya Hanya Berdiskusi dengan Jaksa
Agar Jaya
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Sekretaris Daerah Kota Makassar Agar Jaya menjalani pemeriksaan di ruang intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terkait dugaan penyelewengan dana pendidikan gratis oleh Dinas Pendidikan setempat.
“Saya tidak diperiksa hanya berdiskusi mengenai dana pendidikan gratis, mengenai dana pendidikan gratis yang belum disalurkan masih tersimpan di kas dan paling lambat November 2013 akan dikembalikan,” tegasnya usai keluar dari ruangan Kepala Seksi Bidang Ekonomi dan Moneter Kejati Sulselbat Muhajirin Rahim di Makassar, Jumat 5/4/13

Ia mengatakan, dana pendidikan gratis yang masih tersimpan di kas Sekretariat Pemerintah Kota Makassar masih tersisa Rp3 miliar dari total keseluruhan yakni sekitar Rp14 miliar.

Penelusuran Tim Intelijen Kejati Sulsel menemukan adanya dana pendidikan gratis yang dikucurkan Pemerintah Provinsi untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2012 senilai Rp11 miliar tidak disalurkan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Sementara untuk dana pendidikan gratis tingkat Sekolah Dasar (SD) terdapat kekurangan senilai Rp3 miliar yang juga belum tersalur hingga tahun anggaran (TA) 2012 berakhir.

Sebelumnya, berdasarkan informasi, kasus dugaan penyelewengan dana pendidikan gratis ini pada ekspose perkara yang dilakukan tim intelijen telah disepakati untuk dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan ini karena indikasi terjadinya penyelewengan telah ditemukan pada penggunaan anggaran triwulan I dan II tahun 2012.

Untuk mengembangkan perkara tersebut, penyidik rencananya melakukan pemeriksaan terhadap Kadis Pendidikan Machmud BM dan Kepala Bagian Keuangan Pemkot Makassar Taufik.

Pemeriksaan terhadap Kabag Keuangan Pemkot Makassar dilakukan sekaitan dengan adanya temuan dana sebesar Rp14 miliar dari program pendidikan gratis yang tidak disalurkan ke sekolah-sekolah penerima.

Menurutnya, adanya dana pendidikan gratis sebesar Rp14 miliar yang tidak disalurkan tersebut ditemukan penyidik setelah memeriksa staf pembuat laporan penggunaan dana pendidikan gratis dari Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel, sekaitan dengan proses penyelidikan dugaan penyimpangan tambahan dana pendidikan gratis tahun 2012 dilingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Dana sebesar Rp14 miliar tersebut tersimpan dalam rekening Pemkot Makassar. Padahal, berdasarkan aturan yang ada, dana pendidikan gratis setelah diterima Pemkot harusnya segera ditrasnfer ke rekening-rekening sekolah penerima atau kalau tidak digunakan maka harus dikembalikan.

“Kalau dananya tidak tersalurkan, maka dana itu harus dikembalikan ke kas daerah pada akhir tahun kalender atau akhir Desember. Itu kalau kita merujuk ketentuan yang ada,” tegas Kepala Penerangan dan Hukum Kejati Sulselbar, Nur Alim Rachim seperti dirilis Antara

Mantan Kepala Seksi Intelijen Parepare itu mengaku jika pada 2012 Pemkot Makassar mendapatkan jatah dana pendidikan gratis tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang ada di Sulsel. Dana pendidikan gratis untuk Kota Makassar mencapai Rp33,003 miliar.

Sementara itu, terkait dengan pengawasan penggunaan dana pendidikan gratis, Pemprov Sulsel kembali menggandeng Kejati untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan uang dana pendidikan gratis yang disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya