HTTP Status[404] Errno [0]

Idris Mundur, Karena Demokrat Usung Danny-Ical

12 April 2013 05:35
Idris Mundur, Karena Demokrat Usung Danny-Ical
Idris Manggabarani
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Bakal calon walikota Makassar Idris Manggabarani secara mengejutkan menyatakan mundur dari bursa pencalonan, Kamis 11/4/13
Idris yang selama tiga bulan terakhir gencar bersosialisasi lewat reklame dan iklan media massa memutuskan tidak melanjutkan pencalonannya dengan alasan ingin fokus mengurusi bisnisnya.

“Terhitung hari ini saya resmi menyatakan mengurungkan niat maju di Pilkada Makassar,” ujar Idris di hadapan karyawan dan kerabatnya di IMB Media Center, Jalan Mappanyukki, Makassar, tadi malam. Pernyataan mundur ini disampaikan tepat 65 hari sejak Idris melakukan sosialisasi, termasuk membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai. Menurut dia, sikapnya itu semata-mata dilandasi pertimbangan rasional, yakni agar dapat lebih berkonsentrasi menjalankan dan mengembangkan perusahaannya.

Idris selama ini termasuk kandidat yang elektabilitasnya selalu masuk tiga besar berdasarkan hasil survei. Selain itu, dia juga memiliki investasi politik karena pada Pilkada Makassar 2008 dia maju sebagai calon walikota. Saat itu Idris yang berpasangan Adil Patu berada di urutan kedua perolehan suara setelah Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur. Selain itu, mantan Bendahara DPD Partai Demokrat Sulsel ini juga dikaitkan dengan beberapa nama calon wakil wali kota, di antaranya mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar Anis Zakaria Kama.

Isu yang berkembang, pengunduran diri yang terkesan mendadak itu atas pertimbangan rekomendasi timnya di mana hasil surveinya cenderung stagnan di posisi tiga besar. Bahkan, Idris disebut-sebut turun ke urutan keempat di bawah Supomo Guntur, Adil Patu, dan Rusdin Abdullah. Hanya, dia membantah asumsi tersebut. “Saya hanya ingin lebih fokus mengembangkan usaha. Untuk politik, saya percayakan kepada rekan-rekan yang telah bersosialisasi selama ini,” kata Idris seperti dilansir Koran Sindo

Idris juga menyampaikan apresiasi kepada tim dan relawannya, terutama karyawan IMB Group yang sudah memaksimalkan sosialisasi. Lantas siapa kandidat yang akan didukungnya? Idris memilih tidak cepat menentukan pilihan. Dia hanya mengajak masyarakat menggunakan hak politiknya di pilkada September mendatang. “Mari kita memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani. Pemimpin yang mampu mewujudkan Kota Makassar yang lebih baik dan lebih berkualitas,” ujar dia.

Pengamat politik dari Unhas Aswar Hasan mengatakan, pengunduran diri Idris tersebut tidak akan memengaruhi persaingan kandidat. Apalagi, selama ini Idris belum menjadi calon atau dicalonkan oleh partai apapun. Kalau pun memengaruhi konstelasi, itu hanya pada sisi arah dukungan konstituen Idris. “Hanya pada persoalan arah dukungan pendukung Idris, apakah ke calon Demokrat atau ke yang lain. Saya menduga, siapa yang memiliki kedekatan emosional dengan Idris, itulah yang akan mendapat dukungan,” ujar Aswar.

Terkait alasan pengunduran Idris, Aswar melihat ada dua faktor, yakni pertama, bos IMB Group itu dinilai sulit mendapatkan kendaraan politik untuk maju. Kedua, Idris dinilai sudah menghitung peluangnya untuk menang. “Barangkali hitung-hitungannya sulit menang. Sebab, jika ada bayangan akan menang, tentu dia tidak akan mundur. Apalagi, dari seluruh bakal calon, terlihat belum ada yang mencapai elektabilitas 30%,” ujar Aswar.

Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya, menilai keputusan mundur Idris tersebut sudah tepat. Alasannya, secara elektoral, dukungan ke Idris sudah tidak sekuat saat pilkada 2008. “Ada pun pendukungnya yang ada saat ini juga tidak mudah dialihkan ke kandidat lain,” kata Irfan saat diminta tanggapannya tadi malam. Mengenai dampaknya, lebih berpengaruh ke internal Partai Demokrat di mana itu akan lebih memudahkan kader lainnya mendapatkan rekomendasi partai yang dikendalikan Ilham Arief Sirajuddin di Sulsel itu.

Selama ini, Idris termasuk kader yang memiliki peluang diusung Demokrat dibandingkan tiga kader lainnya yang sudah menyatakan akan maju bertarung, yakni Andry Arief Bulu, Adi Rasyid Ali (ARA), dan Syamsu Rizal (Ical). Meski unggul berdasarkan survei dari tiga kader itu, namun peluang Idris tetap sulit. Sebab, dia disebut-sebut tidak loyal kepada Ilham Arif Sirajuddin yang maju sebagai calon gubernur di Pilgub Sulsel lalu. Bahkan, Idris disinyalir berada di belakang duet incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang yang menjadi rival kuat Ilham.

Sebelumnya, Ilham juga kerap menegaskan bahwa partainya akan mengusung kader berdasarkan beberapa penilaian. Selain hasil survei, soal konstribusi dan loyalitas juga menjadi pertimbangan. Di sisi lain, ada wacana yang menguat bahwa Partai Demokrat akan mengusung konsultan tata ruang, Danny Pomanto sebagai calon wali kota. Bahkan, Danny yang tak lain orang dekat Ilham akan didampingi salah satu kader Demokrat, yakni antara ARA, Ical, atau Andry. Namun belakangan, menguat isu bahwa Demokrat akan mengusung Danny-Ical. Apalagi, antara Danny dan Ical sudah melakukan pertemuan dan menyamakan program visi misi.

Direktur Insert Institute Muhammad Aris punya pandangan sama. Dia menilai, pengunduran diri Idris bisa membuat Demokrat lebih mudah melakukan konsolidasi di pilkada. Dengan sisa tiga kader yang bertarung di pilkada, secara otomatis potensi konfliknya bisa diminimalisasi. Bakal calon wali kota Adil Patu menganggap pertarungan di pilkada tetap ketat, meski Idris mengundurkan diri. Alasannya, beberapa figur yang hampir dipastikan menjadi kontestan memiliki kemampuan dan basis tersendiri (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya