HTTP Status[404] Errno [0]

UN Dimundurkan, Mendiknas Diminta Mundur

15 April 2013 13:05
UN Dimundurkan, Mendiknas Diminta Mundur
Ujian Nasional (UN) dimundurkan di 11 Povinsi, termasuk di Sulawesi Selatan, Mendiknas Muh Nuh (juga) diminta mundur.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Ujian Nasional (UN) dimundurkan di 11 Povinsi, termasuk di Sulawesi Selatan, Mendiknas Muh Nuh (juga) diminta mundur.

Ujian Nasional (UN) dimundurkan di 11 Povinsi, termasuk di Sulawesi Selatan, Mendiknas Muh Nuh (juga) diminta mundur.

BugisPos — Dalam sejarah pendidikan nasional, era inilah yang terburuk. Di tangan Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh, DEA yang menjabat menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang ke-25, Ujian Nasional (UN) terpaksa diundur.

Pengunduran UN terjadi di 11 Provinsi yang masuk Wilayah Indonesia Tengah. Masing-masing, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sedianya, UN SMA/Sederajat serentak digelar hari ini Senin (15/4). Karena alasan soal UN belum terdistribusi maka ditunda Kamis (18/4) mendatang.

Daerah pun berteriak menyikapi penundaan ini. Dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Ketua Dewan Pendidikan Kota (DPK) Subiyanto dengan lantang meminta Nuh yang berlatar belakang NU itu mundur.

“Kalau pelaksanaan UN tidak becus ini terjadi di Jepang, pejabatnya pasti malu dan mengundurkan diri. Seharusnya di kita, Mendikbudnya malu dan mengundurkan diri,” tegas Subiyanto seperti dikutip dari FAJAR online.

Di Jakarta, Wakil Ketua DPR asal PDI Perjuangan, Pramono Anung menilai pengunduran UN ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam manajemen di internal Kemendikbud.

“Ini menunjukkan manajemen yang buruk sekali di kementerian pendidikan. Kalau alasannya remeh temeh, kecil-kecil karena belum masuk dan sebagainya, itu enggak masuk akal sehat pikiran saya,” ujar Pramono di DPR, Jakarta, Senin.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengatakan pengunduran UN merusak psikologi anak didik. Kata dia, secara tidak langsung kondisi kejiwaan anak akan berpengaruh.

“Kebetulan anak saya ada yang kelas tiga. Jadi saya memahami bagaimana psikologis anak yang sudah mempersiapkan berhari-hari kemudian tiba-tiba dibatalkan,” katanya.

Anggaran Distribusi Soal UN Bertambah

Akibat keterlambatan distribusi soal UN di Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel terpaksa menaikkan anggaran distribusi soal UN.

Pelaksana Tugas Kasubag Keuangan Diknas Sulsel, Syarkawi mengatakan anggaran untuk pendistribusian soal menjadi dua kali lipat.

“Jika dalam kondisi terlambat seperti ini, rute pendistribusian soal akan menjadi 24 rute agar tidak ada keterlambatan di lokasi itupun hanya untuk SMK. Jika naskah soal SMU bisa dapat tiba, naskah soal UN akan kembali didistribusikan. Sehingga, anggaran distribusi soal akan bertambah.

Sebagaimana dirilis Tribun Timur.com, tahun ini jumlah peserta UN tingkat SMU/SMK/MA mencapai 21.661 peserta, dengan rincian jumlah peserta SMU mencapai 11.750, jumlah peserta madrasah aliyah (MA) mecapai 1.115 peserta dan untuk jumlah peserta UN SMK mencapai 8.796.(gaf)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya