Banyak Anak Banyak Rezeki

16 April 2013 01:25
Banyak Anak Banyak Rezeki
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Di tengah himpitan persoalan kependudukan di tanah air, dimana pemerintah sedang sibuk-sibuknya melancarkan program keluarga berencana (KB), ternyata masih berlaku juga anggapan di tengah masyarakat kita, bahwa banyak anak banyak rezeki.

Sepintas, memang ada benarnya juga kalau dibilang banyak anak banyak rezeki. Sebab kalau ada 10 anak, dan semuanya kemudian mendapatkan pekerjaan yang bagus, maka sepasang orang tua akan sangat bahagia di masa tuanya. Ke-10 anaknya ini tentu akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga.

Akan tetapi, contoh di atas hanya dapat dilihat pada sisi yang sempit, yakni pada sisi satu dua keluarga yang mungkin kebetulan lagi beruntung anak-akanya semua mendapatkan pekerjaan yang layak. Tetapi dilihat secara nasional, semisal 100 juta kepala keluarga yang masing-masing punya 10 anak, maka negeri ini dipastikan akan tenggelam oleh 1 miliar penduduk. 200 juta penduduk Indonesia saat ini saja sudah sedemikian repotnya dalam penyediaan lapangan kerja. Sudah sedemikian banyaknya pengangguran. Sudah sedemikian tebalnya angka kemiskinan akibat padat penduduk yang tak ketulungan. Dan tak perlu diherankan kalau begitu banyak warga yang terkena gizi buruk. Belum lagi angka kriminalitas semisal pencurian, penipuan, rampok, dll. Lantaran lapangan kerja yang baik-baik sudah semakin sempit, maka lapangan kerja di dunia kriminal pun tumbuh dengan suburnya. Apa semua ini merupakan implementasi dari banyak anak banyak rezeki ?

Bahwa KB di negeri ini, memang sangat penting disukseskan. Anggapan banyak anak banyak rezeki hendaknya dikubur saja baik-baik. Kalau tidak, maka program KB akan terhambat, dan Indonesia akan tenggelam oleh 1 miliar manusia. Kalau 1 miliar orang ini masing-masing dapat menciptakan lapangan kerja, maka bukan soal. Tapi kalau terdapat 800 juta di antaranya adalah pengangguran, maka derita luar biasa akan dipikul negeri ini. Dan yakin saja bahwa tak akan ada yang berani naik jadi presiden.

Negeri yang makmur, ialah negeri yang subur dan jumlah penduduknya terkendali. Ketersediaan kebutuhan manusia berimbang dengan jumlah penduduk yang ada. Tetapi ketika jumlah penduduk disitu meledak, yang mungkin saja akibat prinsip banyak anak banyak rezeki, maka negeri itu tak akan bisa lagi disebut makmur, sebab kemakmurannya sudah tak mampu menutupi kebutuhan penduduknya. Dan jadilah wilayah itu sebagai negeri miskin yang dapat melahirkan petaka kelaparan. Manusia gizi buruk tentu akan bertumpuk-tumpuk di sana. Nauzubillah.

Intinya, kalau ingin negeri ini makmur, maka program KB mesti jalan dengan baik dan sukses. Semua warga mesti memberikan dukungan terbaiknya. Setiap orang tak perlu merasa malu untuk ber KB. Dua anak cukup, yang terlanjur lebih, ya apa boleh buat ***


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya