HTTP Status[404] Errno [0]

Kasim Wahab, Diiming-iming 20 Juta

16 April 2013 01:30
Kasim Wahab, Diiming-iming 20 Juta
Kasim Wahab
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Menduduki jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, sebagaimana yang dijabat Drs.Muh. Kasim,M.Si, pria kelahiran Bone tahun 1968 ini, ternyata sungguh besar godaanya. Terutama apabila datang saat-saat menjelang mutasi pejabat.

Jauh-jauh hari sebelum dilakukan mutasi Kepala Sekolah di lingkup Pemkot Makassar beberapa awal April 2013 lalu, ruang kerja Kasim Wahab nyaris tak pernah sepi dari pengunjung, yang umumnya punya pekentingan di soal pengangkatan kepala sekolah. Bahkan banyak di antaranya, yang berani menyatakan siap membayar sampai 20 juta rupiah, asal diangkat jadi kepala sekolah.

Kasim Wahab yang mendapat tawaran demikian, hanya menyambut dengan senyum, dan berkata ; untuk menjadi kepala sekolah, ada mekanismenya yang baku. Bukan karena membayar sejumlah uang. Kasim Wahab juga kerap mau ditraktir makan siang atau makan malam, tetapi tak satu pun ajakan dia layani. Dia tahu betul kalau itu semua adalah taktik agar mereka mendapatkan jabatan.

Yang menjadi persoalan kemudian ialah, sebab menjelang pelantikan kepala sekolah, ada beberapa orang yang datang, yang katanya sudah membayar sampai Rp20 juta melalui seseorang yang mengaku orang dekat Kasim Wahab. Tentu saja Kasim kaget, dan minta korban penipuan ini lapor ke Polisi. Sebab Lillahi Taala, Kasim tak pernah menyuruh sipapapun untuk melakukan aib seperti ini.

Pelantikan kepala sekolah sudah berlalu. Selanjutnya menyusul pelantikan Camat, Lurah, dan pejabat eselon III dan II. Menjelang momentum ini, Kasim Wahab masih tenang karena seringkali terusik dengan telepon dari sejumlah orang. Paling tidak, menanyakan jadwal mutasi, namun ujung-ujungnya mereka tanya apa namanya terdapat dalam daftar mutasi. Hehehe …

“Ini mi semua yang bikin saya susah tidur, meskipun sebenarnya sangat capek ngurus be-ka-de” kata Kasim kepada penulis. Namun, kata dia, inilah resiko jabatan, apalagi di BKD yang pasti sibuk urus pegawai yang jumlahnya sampai 17 ribu orang.

Alumni Fak Pendidikan Tarbiyah IAIN Alauddin tahun 1988 ini, pernah menjabat Kabag Humas Pemkot Makassar, lalu jadi Kabag Umum, kemudian naik jadi kepala BKD menggantikan Sittiara yang naik pangkat jadi asisten. Sittiara suatu saat tersenyum pada penulis sambil berbisik ; “Rasakan mi itu jadi kepala be-ka-de … pusing dee“ sambil melirik-lirik ke arah Kasim.

Kasim sendiri mengakui sungguh berat tugas seorang kepala BKD. Bayangkan, katanya, mengatur pegawai Pemkot Makassar yang jumlahnya sekitar 17 ribu, itu bukan kerja yang gampang. Namun, prinsip Kasim, setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang pegawai negeri, harus dilaksanakan dengan sungguh-sunggu dan penuh tanggung jawab. “Masih untung kita diberi tanggung jawab oleh pimpinan. Kalau tidak mi, mau apako ” kata Kasim sambil tertawa.

Prinsip Kasim Wahab dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BKD, ialah bagaimana melanjutkan sukses yang telah diraih pejabat terdahulu. Pelayanan kepada 17 ribu pegawaki itu yang utama. Jangan ada urusan kepegawaian yang tertunda-tunda atau terbengkalai. Seba kalau tugas pelayanan tidak maksimal, maka adalah dosa BPKD yang mesti dipertanggung jawabkan. Seluruh unit kerja di BKD digerakkan Kasim dengan pola manajemen terbuka, modern dan disiplin kerja yang baik. “Bagaimana 17 ribu pegawai mau disiplin kalau jajaran BKD sendiri yang tidak disiplin. Maka jajaran BKD yang pertama mesti memberi contoh yang baik” harap Kasim (usdar nawawi)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya